Suaranusantara.com – Gala dinner yang diadakan dalam rangka KTT Ke-43 ASEAN di hutan kota Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, mempersembahkan eksotisme Jakarta di malam hari.
Acara ini diselenggarakan dengan konsep hijau yang memadukan gemerlap lampu gedung pencakar langit dengan elemen-elemen budaya Indonesia.
Di antara elemen menarik yang terdapat dalam gala dinner ini adalah konstruksi kanopi bambu berbentuk atap rumah adat suku Sasak di Lombok, Nusa Tenggara Barat, yang dipasang sebagai pintu masuk ke lokasi acara. Karpet merah tebal di lantai kanopi digunakan untuk menyambut para tamu delegasi.
Baca Juga : BSI Bandar Lampung Sosialisasikan Layanan Perbankan Syariah ke Pegawai Rutan Sukadana
Kawasan gala dinner memiliki bukit kecil yang dikelilingi rumput hijau sintetis sebagai konstruksi buatan yang disesuaikan dengan jumlah delegasi peserta. Terdapat akses yang memungkinkan penyandang disabilitas mencapai bukit tersebut.
Di atas bukit, terdapat puluhan meja bundar dengan kursi yang menghadap panggung terbuka. Puluhan meja lainnya juga disusun di tepian bukit, menghadap amphitheatre.
Acara ini mencakup pertunjukan seni dan hiburan musik di panggung terbuka dengan latar belakang gedung pencakar langit yang menjulang di Pusat Distrik Bisnis Sudirman (SCBD).
Baca Juga : Penemuan Bayi Perempuan Meninggal dalam Tumpukan Sampah di Kali Mookervart, Kalideres
Selain itu, pertunjukan video mapping juga disajikan di gedung-gedung pencakar langit sekitar, menciptakan pemandangan yang spektakuler.
Penyelenggara acara juga menambahkan ribuan tanaman rambat raksasa di sekitar pagar hutan kota GBK untuk memberikan suasana yang lebih alami.
Akses jalan di sekitar kawasan Sudirman ditutup oleh aparat kepolisian selama acara berlangsung, dan perusahaan-perusahaan di sekitar wilayah tersebut menerapkan work from home (WFH) bagi para karyawan mereka dalam rangka mendukung kelancaran acara gala dinner KTT ASEAN Ke-43.
