Suaranusantara.com – Seiring dengan perluasan program vaksinasi HPV gratis yang ditargetkan untuk anak-anak kelas 5 dan 6 SD, muncul berita yang menyebut potensi risiko kemandulan sebagai efek sampingnya.
Namun, Kementerian Kesehatan RI dengan tegas membantah klaim semacam itu dan menyebutnya sebagai informasi menyesatkan.
Vaksinasi HPV yang digencarkan oleh pemerintah di kalangan anak-anak ini bertujuan untuk mengurangi risiko kanker serviks di kemudian hari.
Baca Juga : Autodesk Design Rilis Aplikasi Terbaru untuk Arsitek dan Teknik Sipil 2023
Berdasarkan data dari Globocan 2020, kanker serviks menempati posisi kedua sebagai penyebab kanker terbanyak pada wanita, dengan 36.633 kasus dan menyebabkan kematian 57 perempuan setiap harinya.
Dr. Syahril dari Kementerian Kesehatan RI menjelaskan, “Imunisasi HPV sudah dipastikan keamanannya dan pada umumnya tidak menimbulkan reaksi yang serius sesudah pemberian imunisasi,” .
“Imunisasi HPV sudah dipastikan keamanannya dan pada umumnya tidak menimbulkan reaksi yang serius sesudah pemberian imunisasi,” imbuhnya.
Dalam hal efektivitas, pemberian vaksinasi HPV pada anak perempuan usia 9 hingga 13 tahun dapat mencapai efektivitas hingga 100 persen jika diberikan dalam dua dosis.
Baca Juga : Itel P55 5G: Ponsel Terjangkau dengan Koneksi 5G dan Fitur Kekinian
Pemerintah telah memasukkan vaksinasi HPV ke dalam program imunisasi nasional sejak tahun 2023 melalui Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) yang diselenggarakan setiap Agustus.
Langkah ini sejalan dengan praktik yang sudah diterapkan di banyak negara, termasuk Malaysia, Singapura, Amerika, Inggris, dan Prancis, yang telah lebih dulu menggencarkan vaksinasi HPV sebagai upaya pencegahan kanker serviks.(Dn)
