Soal Gibran Tiru Jokowi saat Debat Cawapres, Gibran: Itu Salah Satu Teknik Debat

Putri Komarudin (Dok. DPR RI)

Putri Komarudin (Dok. DPR RI)

Suaranusantara.com- Dalam debat cawapres pekan lalu, kubu calon wakil presiden (cawapres) 02, Gibran Rakabuming Raka, menyampaikan pertanyaan yang menggunakan istilah kurang dikenal dan asing. Hal ini dilakukan untuk mengukur kesiapan lawan dan bukan untuk meniru taktik Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Puteri Komaruddin, yang merupakan bagian dari tim TKN, menjelaskan bahwa menggunakan istilah tersebut dalam perdebatan bentuk kesiapan lawan terkait topik perekonomian yang sedang dibahas.

“Kalau misalnya dibilang strateginya Pak Jokowi ya menurut saya pribadi ya ini salah satu teknik perdebatan juga kita ingin tahu apakah lawan benar-benar siap dalam topik perekonomian yang kita bahas,” kata Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Putri Komarudin, dalam program Sapa Indonesia Pagi di Kompas TV, pada Selasa (26/12/2023).

Baca Juga: Pastikan Kemenangan Ganjar Mahfud, PIDP Banyumas Targetkan Suar 80 Persen

Dia menyatakan bahwa pertanyaan yang diajukan oleh Gibran, terkait proses perumusan aturan Carbon Capture Storage (CCS) dan State of Global Islamic Economy (SGIE) kepada cawapres nomor urut 3, Mahfud MD, dan cawapres nomor urut 1, Muhaimin Iskandar, adalah wajar. Hal ini dikarenakan pertanyaan tersebut berkaitan langsung dengan topik perekonomian yang menjadi fokus dalam debat.

“Kalau Prof Mahfud dan Gus Imin sempat membahas ini bersama dengan tim ekonominya, saya yakin juga kedua sebutan yang tadi dibahas akan muncul nama-nama yang sama seperti TPID waktu pembahasan Pak Jokowi dan Pak Prabowo dalam debat Pilpres yang lalu,” ucap Putri.

Putri menilai bahwa kedua pertanyaan yang diajukan oleh Gibran memiliki relevansi yang penting dalam bidang masing-masing sektor ekonomi.

Menurutnya, teknologi Carbon Capture Storage (CCS) memiliki potensi sebagai daya tarik investasi untuk mengembangkan ekonomi hijau. Sementara State of Global Islamic Economy (SGIE) menurut Putri terkait dengan perkembangan ekonomi syariah di Indonesia.

Baca Juga: Relawan Diminta Pertahankan Kemenangan di Jateng, Ganjar: Kunci Rumah Kita

Selain itu, Putri katakan jika keberhasilan Gibran dalam menanyakan pertanyaan tersebut sangat menarik karena dia mengarahkannya kepada Cak Imin yang berasal dari PKB, partai yang secara fokus memperhatikan perkembangan ekonomi syariah.

“Kalau misalnya dibilang ini cuma sekadar gimik ataupun menyentuh permukaan atapun hanya mengikuti teknik Pak Jokowi, toh kedua hal ini sebenarnya sangat penting,” sambung Putri.

Exit mobile version