Ganjar Minta Pendukung Taat Aturan Jelang Pilpres 2024, Singgung Peristiwa Boyolali

Ganjar Pranowo (dok PDIP)

Ganjar Pranowo (dok PDIP)

Suaranusantara.com- Ganjar Pranowo, calon presiden nomor urut 3, menghadiri pertemuan di Kantor Dewan Pimpinan Cabang PDI Perjuangan Kabupaten Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Selasa sore.

Pertemuan tersebut melibatkan Tim Pemenangan Cabang (TPC) Ganjar-Mahfud Kabupaten Banyumas, calon anggota legislatif dari partai koalisi, dan sukarelawan.

Dalam pidatonya, Ganjar menekankan pentingnya kepatuhan pada aturan dan kedisiplinan saat mengikuti kegiatan kampanye kepada semua pendukungnya.

“Ada beberapa kejadian yang harus saya ingatkan agar kita pendukung Ganjar-Mahfud taat aturan,” kata Ganjar.

Menurut dia, kejadian Boyolali memberikan catatan hitam kepada proses demokrasi dan pihaknya melakukan protes keras. Akan tetapi, kata dia, pihaknya hormat karena TNI mengambil sikap yang sangat cepat.

“Saya apresiasi juga. Sisi yang lain, kita juga membuat koreksi diri untuk kita sendiri, tertib, kita harus tertib, kalau ingin melawan seseorang kita sendiri harus berada posisi yang benar, saya ingatkan ya,” kata mantan Gubernur Jawa Tengah itu.

Ia mengatakan kampanye terbuka belum dimulai, sehingga pihaknya menitipkan pesan agar ketika sudah mulai kampanye terbuka tidak menggunakan knalpot brong.

“Kalau nanti di Banyumas dan sekitarnya dimulai (kampanye terbuka) saya titip, pakai motor boleh, tapi knalpotnya enggak usah digitukan (dijadikan knalpot brong, red.), setuju ya, dan dirapikan,” katanya.

Ganjar meminta semua pendukungnya untuk menertibkan pribadinya sendiri karena sudah belajar dan semua saling koreksi serta yang salah sudah dihukum.

“Mari kita perbaiki. Ini saya titip,” tegasnya.

Lebih lanjut, dia mengaku setiap berkeliling Indonesia, pihaknya meminta agar pasangan Ganjar-Mahfud bisa bertemu dengan partai pengusung di daerah dan para sukarelawan.

“Inilah cara saya, cara kita, cara kami, agar di antara kita punya daya kohesi, daya rekat yang sama, meskipun tentu saja Banyumas bukan tempat lain buat saya,” jelasnya.

Ia mengaku sedang merasakan pulang kampung dan kemudian bisa tahu tanpa harus banyak bicara mulai turun dari mobil hingga duduk di lokasi pertemuan tersebut.

“Saya sudah merasakan getaran kemenangan itu. Mulai saya masuk sampai duduk, saya melihat suasana militan yang dahsyat sekali,” kata Ganjar.

Exit mobile version