Tokoh Nias Minta Pemkab Nias Selatan Klarifikasi “ASN Berciuman” Saat Valentine Day

Pertemuan masyarakat Nias di kantor pengacara Amati Dachi, Jakarta (20/2/2017), terkait status FB M. Harahap (Foto: Amati Dachi)

Jakarta-SuaraNusantara

Tokoh masyarakat Nias Mayjend TNI (Purn) Drs. Christian Zebua berharap Pemerintah Kabupaten Nias Selatan mengklarifikasi peristiwa ciuman yang diduga dilakukan beberapa Aparatur Sipil Negara (ASN) saat perayaan Hari Kasih Sayang (Valentine Day) di halaman Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Nias Selatan, Selasa 14 Februari 2017 lalu.

“Mencermati kejadian Valentine Day yang saat ini menjadi viral di media sosial, kita semua prihatin dan menyesalkannya. Kita berharap kejadian tersebut diklarifikasi oleh Pemda Nisel dan sekaligus menjadi bahan evaluasi untuk lebih baik ke depannya,” kata Christian Zebua, kepada SuaraNusantara, di Jakarta, Senin (20/2/2017), usai pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat dan tokoh pemuda Nias, terkait komentar seorang facebooker bernama M. harahap yang dinilai melecehkan masyarakat Nias.

Christian mengatakan hal itu lantaran sebagai putra Nias, dirinya merasa prihatin melihat kejadian ini ternyata berdampak buruk terhadap citra masyarakat Nias. Dia juga meminta agar pengguna media sosial, khususnya facebook, menghentikan postingan tersebut.

“Karena berdampak sangat negatif terhadap opini publik tentang orang Nias secara keseluruhan, bahkan sudah digunakan untuk merendahkan martabat kita sebagai orang Nias,” katanya.

Dia mengimbau seluruh masyarakat Nias agar senantiasa menjunjung tinggi nilai-nilai agama serta adat istiadat yang mengedepankan etika, moral dan kehormatan.

Foto ASN seperti sedang berciuman dan berpelukan mendadak jadi viral dan menuai banyak komentar di facebook. Diketahui Foto itu diambil pada 14 Februari 2017 di halaman Kantor Lingkungan Hidup Kabupaten Nias Selatan. Saat itu ada seremonial ungkapan kasih sayang berkaitan dengan momen Hari Valentine. Foto itu pertama kali dibagikan oleh akun Triteria W Saroemaha melalui Facebook. Namun ada juga sumber yang mengatakan bahwa akun Khoda Mano yang pertama kali mengunggah foto tersebut.

Foto yang kemudian tersebar setelah dibagikan ulang oleh pengguna facebook lainnya ini kemudian memancing ragam komentar dari para netizen sehingga menjadi viral di dunia maya.

Akun Rita Permatasary mengecam aksi ciuman yang diumbar. “Gak ada lagi budaya timur, shame on you,” kecam dia, diamini Rafa Tuyog. “Salah kaprah. Termakan budaya barat,” tulisnya. Facebooker AyuTegar Zuaimah istighfar. “Astagfirellahhaladzim,” tulisnya, diamini Atita Bu’nya Nis. “Tak beretika.”

Susan N menulis, “Bukan masalah agama tapi kultur & budaya juga tak ada yang seperti ini. Mohon bapak pimpinan ajarilah kesopanan apa lagi kita seorang pegawai negeri. Malu…. malu… memalukan.”

Meski demikian, ada juga yang membela aksi ciuman itu. Netizen menganggap itu wajar dilakukan bagi suami istri. “Hanya kemesraan bersama valentine. Kalau ada yang kurang senang silakan jangan dilihat,” tulis Faogomano Harefa.

Akun Gunawan Lizisokhi Maduwu juga berkomentar, “Jangan nilai sikap negatif bro, tapi nilailah dgn positip. Namanya ajah suami istri kebetulan saat itu acara valentine. Wajar dong dia mencintai istrinya. Mari berpikir positip. Semoga bisa dipahami”.

Belakangan, Mendagri Tjahjo Kumolo pun turut mengomentari kejadian ini. Dia mengatakan, aksi ciuman di depan umum seharusnya tidak sampai terjadi, terlebih oleh masyarakat adat timur, walaupun itu merupakan konsensus Pemda.

“Untuk adat timur seharusnya tidak perlu, walaupun itu sudah konsessus Pemda ya,” ujar Tjahjo usai mengadiri Rapat Koordinasi (Rakor) persiapan Asian Games XVIII Tahun 2018 di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Senin (20/2/2017).

Untuk itu, lanjut Tjahjo, pihaknya sudah mengirim seorang staf dari Kemendagri untuk melakukan penelusuran langsung ke lokasi serta meminta klarifikasi kepala daerah yang bersangkutan.

“Kami sudah minta tim, satu orang staf kami untuk ke sana, menanyakan dulu pertimbangannya apa, apa sudah menjadi kegiatan ritual tahunan atau tidak, ya itu aja,” tukas Tjahjo.

Penulis: Has

 

Exit mobile version