Soal Ketegangan Geopolitik, Puan Maharani Mendorong Dialog bukan Unilateral

Puan Maharani dalam pertemuan parlemen anggota MIKTA (Dok DPR RI)

Puan Maharani dalam pertemuan parlemen anggota MIKTA (Dok DPR RI)

Suaranusantara.com- Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani telah menggarisbawahi pentingnya peran parlemen dalam mengokohkan diplomasi preventif guna menghindari eskalasi konflik serta ketegangan geopolitik.

Puan Maharani menekankan bahwa langkah kunci dalam upaya ini adalah membangun saling kepercayaan melalui berbagai tindakan yang memperkuat keyakinan antarnegara.

“Kita harus mendorong dialog, bukan mengambil tindakan sepihak (unilateral). Kita harus mendorong kerja sama, bukan memperbesar fragmentasi dunia. Karena akar konflik di berbagai wilayah adalah adanya ketidakpercayaan antarnegara,” terang Puan dalam rilisnya ketika ia melakukan pertemuan parlemen anggota MIKTA (Meksiko, Indonesia, Korea Selatan, Turki, dan Australia) di Meksiko, Senin (6/5/2024)

Baca Juga: Kecam Aksi Penganiayaan Mahasiswa Katolik UNPAM saat Ibadah, Marinus Gea: Melanggar Prinsip Nilai Pancasila, Pelaku Harus Diproses Hukum

Puan Maharani menegaskan bahwa dialog harus diutamakan daripada tindakan unilateral, yang seringkali hanya memperdalam jurang antarnegara. Ia menyoroti urgensi promosi kerja sama sebagai cara efektif untuk mengatasi perpecahan yang semakin merajalela di dunia saat ini.

Menurutnya, konflik di berbagai belahan dunia seringkali berakar dari kurangnya kepercayaan antarnegara.

Selain itu, Puan juga menyoroti peran penting parlemen dalam membangun komitmen yang kuat di masyarakat untuk mendukung toleransi dan menghargai keberagaman.

“Yang terpenting, kita harus menolak penggunaan kekerasan sebagai cara penyelesaian sengketa,” tegas perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI.

Baca Juga: Ganjar Deklarasi jadi Oposisi di Pemerintahan Prabowo-Gibran

Diketahui, masalah Gaza sendiri menjadi perhatian serius dalam pertemuan parlemen MIKTA kali ini. Apalagi dalam, Parlemen Meksiko sebagai tuan rumah mengusung tema ‘The Coordinated Action of Parliaments to Build a More Peaceful, Equitable, and Fair World’ atau ‘Aksi Parlemen yang Terkoordinasi untuk Membangun Dunia yang Lebih Damai, Seimbang, dan Adil’.

 

 

Exit mobile version