TMMD Amanat Kesejahteraan Rakyat dan Keutuhan NKRI

 

Foto: Ingot Simangunsong

Oleh: INGOT SIMANGUNSONG

Tahun 1978, Presiden RI Soeharto melantik Jenderal M. Yusuf menjadi Menhankam/Pangab dan diberi petunjuk untuk membangun kemanunggalan ABRI dengan rakyat.

Artinya, ABRI harus menyatu dengan masyarakat untuk bersama-sama membangun di pedesaan dan membantu meningkatkan kesejahteraannya.

Kemudian Jenderal M Yusuf pun mencanangkan program ABRI Masuk Desa (AMD), dengan tujuan yang paling utama agar ABRI lebih dekat dengan masyarakat.

Seiring perjalanan waktu, program yang sangat bermanfaat ini, berubah sebutan menjadi program TNI Manunggal Masuk Desa (TMMD). Perubahan sebutan ABRI menjadi TNI, semakin menguatkan kewibawaan TNI dalam meningkatkan kehidupan rakyat Indonesia, sekaligus menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Secara fisik, prioritas proyek yang dikerjakan TMMD adalah peningkatan sarana dan prasarana yang benar-benar berdampak pada kepentingan dan perbaikan kehidupan masyarakat di wilayah pedesaan. Diantaranya, membuka isolasi daerah terpencil, meningkatkan roda perekonomian masyarakat dengan membuka akses lebih luas untuk pemasaran hasil bumi dan produk yang ada di desa.

Undang-undang RI Nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara menegaskan bahwa TNI merupakan komponen utama Pertahanan Negara. Oleh karena itu, untuk mendukung terwujudnya kondisi pertahanan negara yang tangguh di daerah, program TMMD merupakan salah satu bentuk pengabdian dan operasi bakti yang dilaksanakan bersama dengan rakyat.

Sejak tahun 80-an sampai dengan pelaksanaannya tahun 2017, program TMMD telah menunjukkan relevansi, performance dan kepedulian serta kepekaannya dengan kepentingan rakyat.

 

Kesejahteraan Rakyat

Presiden Republik Indonesia Ir. H. Joko Widodo dalam pidato kenegaraan pada 5 Oktober 2015 menyampaikan, sejarah mencatat bahwa TNI dilahirkan dari “rahim” rakyat. Panglima Besar Jenderal Soedirman menyatakan bahwa hubungan TNI dan rakyat adalah ibarat ikan dan air. Ikan tidak akan hidup tanpa air. Rakyatlah yang mengandung, merawat, dan membesarkan TNI .

Untuk itu, TNI harus menegaskan jati diri sebagai tentara rakyat. Sebagai tentara rakyat, TNI tidak boleh melupakan rakyat. TNI tidak boleh menyakiti hati rakyat. TNI tidak boleh berjarak dengan rakyat serta harus selalu bersama-sama rakyat. Hanya dengan bersama-sama rakyat, TNI akan kuat dalam menjalankan tugas pengabdian pada bangsa dan negara. Hanya bersama-sama rakyat, TNI menjadi kekuatan militer yang hebat, kekuatan militer yang disegani serta kekuatan diperhitungkan oleh bangsa-bangsa lain di dunia.

Sebagai bangsa yang majemuk, kita harus bangga memiliki Tentara Nasional. TNI harus menempatkan diri sebagai perekat kemajemukan dan menjaga persatuan Indonesia. Sebagai Tentara Nasional, TNI tidak boleh tersekat-sekat dalam kotak suku, agama dan golongan. TNI adalah satu, yakni Tentara Nasional, yang bisa berdiri tegak di atas semua golongan, mengatasi kepentingan pribadi dan kelompok, yang mempersatukan ras, suku, dan agama dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan. Bersama-sama rakyat, TNI harus terus menjaga kebhinneka tunggal ika-an. Hanya dengan itu, Indonesia bisa menjadi bangsa majemuk yang kuat dan solid.

Keragaman dan perbedaan janganlah menjadi sumber konflik. Kemajemukan seharusnya semakin melengkapi atas kekurangan dan kelebihannya masing-masing. Sehingga keragaman justru menjadi perekat bangsa, menjadi energi kolektif mencapai kemajuan bangsa. Kita harus mampu menjadikan kemajemukan itu sebagai kekuatan kita dalam menyongsong masa depan.

Mari kita jaga dan pelihara keutuhan dan kekompakan TNI. Peliharalah dan jagalah terus kemanunggalan TNI dengan rakyat, karena bersama rakyat, TNI kuat. Pegang teguh amanat Sapta Marga dan Sumpah Prajurit. Jadilah TNI yang berjuang, yang dicintai dan mencintai rakyat.

Sesungguhnya, kehadiran program TMMD yang sudah berjalan kurun waktu mencapai 17 tahun ini, sangat bermanfaat bagi masyarakat, dimana pun program TMMD digulirkan. Program ini tetap terus berjalan dengan skalanya yang semakin luas sebagai program lintas sektoral.

Para pihak yang terlibat dalam program ini adalah unsur TNI, departemen, lembaga pemerintah non departeman, pemerintah daerah dan kota serta masyarakat. Hingga saat ini di seluruh wilayah Indonesia telah digelar bentuk kegiatan TNI Manunggal yaitu TNI Manunggal Membangun Desa, TNI Manunggal Pertanian, TNI Manunggal Aksara, TNI Manunggal KB-Kes, TNI Manunggal Sosial Sejahtera, TNI Manunggal Sembako dan TNI Manunggal Reboisasi.

Kemanunggalan tersebut, tentu muaranya pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Tentu saja, perubahan nilai-nilai kesejahteraan itu, sangat tergantung pada bagaimana masyarakat mengapresiasi program yang cukup sistematis dan teruji. Bentuk kegiatan kemanunggalan ini, bukanlah sekadar catatan di atas kertas, tetapi sangat membumi karena memberi efek luar biasa bagi perkembangan maupun pertumbuhan perekonomian masyarakat pedesaan, khususnya.

Memperhatikan apa yang sudah dikerjakan dalam kurun waktu 17 tahun ini, sangat tepatlah jika program TMMD tersebut menjadi program andalan TNI, yang dapat dikembangkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Penguatan terhadap kehadiran program TMMD dirasakan sangat besar manfaatnya. Apalagi dengan terbukanya akses pertumbuhan infrastruktur sebagai penghubung antara desa satu dengan lainnya atau antara desa dengan kecamatan, hingga kabupaten, maupun ke daerah lainnya yang bisa menjamin rasa aman masyarakat.

 

Garda Terdepan

Program TMMD, juga diharapkan menjadi garda terdepan dalam mempertahankan keutuhan Republik Indonesia sebagai Negara kesatuan.
Menjadi sangat penting untuk mengotimalisasikan TNI sebagai garda terdepan dalam mewujudkan rencana pembangunan ketahanan setiap wilayah melalui koordinasi yang terukur dengan rencana pembangunan yang sedang, sudah dan akan dikerjakan pemerintah hingga ujung tombak pedesaan.

Sebagai bagian dari elemen masyarakat—yang memiliki tanggungjawab besar terhadap masalah keamanan dan ketahanan Negara—TNI melalui program TMMD-nya, sangat efektif untuk mewujudkan kemanunggalannya dengan rakyat. Sebagai perajurit bangsa (TNI) yang sudah terlatih, cekatan dan sudah sangat teruji integritasnya dalam menjaga kedaulatan Negara, TMMD dapat meningkatkan persatuan dan kesatuan warga sekaligus menumbuhkan kembali semangat jiwa kegotong -royongan.

Tidak perlu diragukan, sebagai garda terdepan, program TMMD memiliki kapasitas besar dalam penguatan rasa kebangsaan hingga ke wilayah terujung pedesaan yang terkait dalam penyuluhan pertanian, penyuluhan wawasan kebangsaan, penyuluhan bela negara dan cinta tanah air, serta penyuluhan kesadaran berbangsa dan bernegara,

Tidak hanya sebatas itu, juga dalam melakukan perbaikan/pembuatan jalan desa, pembuatan jalan baru antar desa, pembuatan jembatan permanen atau semi permanen, perbaikan atau pembuatan rumah ibadah, pembuatan saluran irigasi, MCK, pos keamanan, penambahan pohon untuk penghijauan, rehabilitasi bangunan sekolah yang rusak dan lain sebagainya.

Kemudian, sebagai garda terdepan, TNI melalui program TMMD, sepanjang masa diharapkan dapat semakin memperkokoh dan meningkatkan kemanunggalan wilayah, meningkatkan kesejahteraan, meningkatkan perekonomian masyarakat, mempererat persatuan dan kesatuan antara TNI dengan rakyat dalam mendukung ketahanan nasional yang kokoh dan mantap sehingga ketahanan wilayah dapat terjaga. ***

(Tulisan ini diikutsertakan pada Lomba Karya Tulis Jurnalistik TMMD 2017)

 

 

 

Exit mobile version