Suaranusantara.com- Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM, Edward Omar Sharif Hiariej atau sering disapa Prof Eddy, kembali menjadi sorotan setelah bertemu dengan Presiden terpilih Prabowo Subianto di kediamannya Jalan Kertanegara IV, Jakarta Selatan, pada Selasa, 15 Oktober 2024 lalu.
Pertemuan ini menimbulkan spekulasi jika mantan wamen Jokowi itu Prof Eddy akan berabung dalam pemerintahan Prabowo-Gibran.
Lantas siapa Prof Edward Omar Sharif Hiarie? Ini profil singkatnya
Sebelum terlibat dalam politik, Eddy merupakan seorang akademisi yang mengajar di Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada (UGM). Lahir pada 10 April 1973, Eddy meraih gelar doktor pada usia yang relatif muda, 37 tahun.
Karier akademiknya terbilang cemerlang, dia menjadi guru besar ilmu hukum pidana dan pernah menjabat sebagai asisten wakil rektor bidang kemahasiswaan di UGM.
Karir politik Eddy dimulai saat dilantik sebagai wakil menteri hukum dan HAM oleh Presiden Joko Widodo pada Desember 2020. Di tengah dukungannya terhadap Omnibus Law, ia dikenal sebagai sosok yang kontroversial, terutama setelah terlibat dalam berbagai kasus hukum.
Selain itu, Eddy pernah menjadi ahli di berbagai persidangan terkenal, seperti kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan kasus kopi sianida yang melibatkan Jessica Kumala Wongso.
