Suaranusantara.com- Sosok Taufik Hidayat menyita perhatian publik sebab dia menjadi salah satu tokoh yanh turut dipanggil Presiden Terpilih 2024-2029, Prabowo Subianto ke Kertanegara IV Jakarta Selatan.
Taufik Hidayat dipanggil Prabowo pada Selasa 15 Oktober 2024 dan hari ini Kamis 17 Oktober 2024 dia ikut pembekalan calon menteri dan calon wakil menteri (wamen) di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.
Taufik Hidayat usai dipanggil Prabowo mengatakan bahwa dia diminta untuk bantu di kabinet pemerintahan baru yang akan datang.
“Saya diminta untuk membantu di kabinetnya beliau, dan sesuai dengan bidang saya. Saya sebagai apa ya? Menteri hukum ya? Haha saya sebagai atlet,” kata Taufik usai bertemu Prabowo pada Selasa 15 Oktober 2024.
Terkait soal posisi di kabinet, Taufik mengatakan bahwa akan diumumkan langsung oleh Prabowo.
Taufik juga menjelaskan dirinya kaget dihubungi oleh Mayor Teddy Indra Wijaya untuk diminta menemui Prabowo.
Sebab ini pertama kalinya dia berkomunikasi dengan Prabowo pada Selasa.
“Belum pernah. Baru kali ini. Dihubungin tadi jam 14.20 WIB sama Teddy. Kagetlah, tadi lagi di Salemba, sampai sini 14.30 WIB gimana caranya,” katanya.
Lantas bagaimana profil Taufik Hidayat yang kini ikut pembekalan di Hambalang untuk mengisi kursi kabinet Prabowo?
Taufik Hidayat dikenal sebagai seorang atlet bulu tangkis atau badminton tunggal putra dengan segudang prestasi yang dimiliki.
Taufik Hidayat diketahui pernah meraih medali emas dalam Olimpiade Athena 2004.
Taufik Hidayat lahir pada tanggal 10 Agustus 1981 di Bandung, Jawa Barat. Dia merupakan anak kedua dari tiga bersaudara yang lahir dari pasangan Aris Haris dan Enok Dartilah.
Sejak kecil, Taufik sudah menunjukkan minat yang besar terhadap olahraga bulu tangkis. Bakat alaminya semakin berkembang berkat dorongan kuat dari sang ayah, yang sering membawanya bermain bulu tangkis di GOR Pamor, sebuah gedung olahraga lokal di Bandung.
Dari sinilah awal mula kecintaan Taufik pada bulu tangkis semakin tumbuh.
Semasa muda, Taufik mengejar impiannya untuk menjadi atlet bulu tangkis.
Demi meraih impiannya, Taufik bergabung dengan klub bulu tangkis terkenal di Bandung, yakni Sangkuriang Graha Sarana (SGS) Elektrik, yang memiliki reputasi sebagai tempat lahirnya banyak atlet berbakat.
Klub ini berlokasi di Jl. Soekarno-Hatta, Bandung, dan meskipun jaraknya cukup jauh dari rumah Taufik di Pangalengan, hal ini tidak menghalangi semangatnya.
Taufik diketahui setiap hari bolak-balik Pangalengan-Bandung hanya untuk mengikuti latihan intensif di klub tersebut.
Perjalanan panjang yang harus ditempuhnya ini menggambarkan tekad dan dedikasi yang luar biasa, meskipun usianya masih belia.
Walau mengejar mimpi sebagai atlet, Taufik tak melupakan pendidikan.
Taufik diketahui mengenyam pendidikan di SD Pangalengan 1, SMP 1 Pasundan 1, SMP Taman Siswa Bandung, SMA Taman Siswa Bandung dan melanjutkan pendidikan tinggi di Universitas Tarumanegara.
Pada saat itu rutinitas yang dilakukan sehari-hari olehnya yaitu bermain bulu tangkis, seringkali rutinitas tersebut mengganggu kehidupan pendidikannya.
Sampai pada akhirnya Taufik mendapat kelonggaran untuk meraih prestasi bulu tangkisnya semasa SMA, dan ia diperbolehkan untuk mengikuti ujian akhir SMA susulan di ruang perpustakaan sendirian.


















Discussion about this post