Suaranusantara.com- Menteri Desa dan Pembangunan Tertinggal (Mendes-PDT) Yandri Susanto tengah menuai sorotan.
Mendes Yandri Susanto menuai sorotan lantaran membuat undangan haul sang ibunda Hj. Biasmawati dengan menggunakan kop surat Kemendes.
Selain berisikan undangan haul, undangan dari Mendes Yandri Susanto dengan menggunakan kop surat Kemendes itu berisi tasyukuran dan peringatan Hari Santri.
Undangan itu viral mulanya dari mantan Menko Polhukam era Presiden ke 7 RI Mahfud MD yang mengunggah ke laman Instagram pribadinya @mohmahfudmd.
Mahfud menilai tindakan Yandri itu sebagai pelanggaran etika birokrasi.
“Saya tidak tahu apakah (surat undangan yang viral) itu betul, tapi kalau betul, makanya saya bilang, kalau benar, itu salah, melanggar etika birokrasi,” kata Mahfud saat ditemui di Gedung Kementerian Pertahanan (Kemenhan) usai mengikuti Sertijab Menhan RI, Selasa 22 Oktober 2024.
Atas hal itu, Sekretaris Kabinet (Seskab) Mayor Teddy Indra Wijaya pun beri peringatan kepada seluruh jajaran Kabinet Merah Putih agar berhati-hati menggunakan kop surat.
Terlebih sebagai pejabat publik, seharusnya bisa menjaga kepercayaan rakyat dan Mayor Teddy pun mengingatkan untuk jajaran Kabinet Merah Putih untuk tidak menggunakan jabatan di kementerian demi kepentingan pribadi. Karena ini menyangkut kepercayaab rakyat Indonesia.
“Iya (Seskab memberi peringatan), kita harus siaga bersama. Kepercayaan publik yang besar ini harus kita jaga bersama ya. Semua imbauan untuk semua menteri di Kabinet Merah Putih. Jangan digunakan kementerian ini untuk kepentingan pribadi dan keluarga,” ujar Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi di Istana, Jakarta, Rabu 23 Oktober 2024.
Atas polemik undangan haul berkop surat Kemendes itu, Yandri menuai berbagai hujatan dari publik.
Yandri pun meminta kepada publik untuk memaklumi tindakannya itu kareba baru saja menjadi menteri.
“Ya karena saya kan baru jadi menteri, saya kan selama tiga tahun, jadi saya selama 30 tahun jadi DPR, ya kan. Ya maklumlah baru belajar,” ujarnya kepada wartawan, Kamis 24 Oktober 2024
Politisi PAN itu mengaku kurang kontrol lantaran tengah banyak kesibukan.
“Ya karena saya sedang sibuk, sedang banyak persiapan-persiapan pasca-pelantikan, ya memang saya kurang kontrol saja,” ucapnya.
