Suaranusantara.com- Ketua DPP Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Mardani Ali Sera mengatakan penyebab Ridwan Kamil-Suswono kalah dalam Pilkada Jakarta 2024 berdasarkan hasil quick count atau hitung cepat lantaran kerja partai politik (parpol) dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus untuk memenangkan paslon nomor urut 1 belum optimal.
Adapun Ridwan Kamil-Suswono kalah atas rivalnya paslon nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno.
Ridwan Kamil-Suswono berdasarkan hasil quick coutn atau hitung cepat dari sejumlah lembaga survei memperoleh suara 40,02 persen.
Sementara itu, Pramono Anung-Rano Karno memperoleh 49,49 persen.
“Kami percaya, partai 14 atau 16 yang dukung itu bagus-bagus semua. Tapi kemarin nampaknya belum optimal,” kata Mardani kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 November 2024.
Pernyataan Mardani yang menyebutkan kerja parpol KIM menangkan Ridwan Kamil-Suswono belum optimal dibantah langsung oleh tim sukses (timses) paslon nomor urut 1.
Melalui Sekretaris Timses Pemenangan cagub-cawagub Jakarta nomor urut 01 Ridwan Kamil-Suswono, Basri Baco, membantah pernyataan Ketua DPP PKS, Mardani Ali Sera yang menyebut KIM Plus tak optimal memenangkan RK-Suswono.
“Tidak benar kalau (pernyataan) PKS (KIM Plus) tidak maksimal,” kata Basri Baco kepada wartawan di Kantor DPD Partai Golkar, Jakarta Pusat, Kamis, 28 November 2024.
Kata Basri Baco, 16 parpol yang tergabung dalam KIM Plus telah bekerja secara maksimal dalam memenangkan Ridwan Kamil-Suswono.
Tidak hanya itu, para relawan hingga ormas juga telah memberikan kinerja yang maksimal dalam gelaran Pilkada Jakarta 2024.
“Yang pasti 16 partai ini tiap hari pulang pagi di posko ini, dan semuanya bekerja maksimal, termasuk relawan dan ormas, tidak ada yang tidak bekerja maksimal,” katanya.
