Suaranusantara.com- Kubu Ridwan Kamil-Suswono seakan tak menerima kekalahan dari hasil quick count atau hitung cepat sejumlah lembaga survei usai pencoblosan Pilkada Jakarta 2024.
Adapun Ridwan Kamil-Suswono memperoleh suara sebanyak 40,02 persen. Sementara itu rivalnya di Pilkada Jakarta 2024 pasangan calon (paslon) gubernur nomor urut 3 Pramono Anung-Rano Karno memperoleh suara terbanyak yakni 49,49 persen.
Kubu Ridwan Kamil-Suswono menuding tim Pramono Anung-Rano Karno melakukan kecurangan mulai dari politik uang hingga sembako.
“Kami juga ingin menyampaikan sebagaimana kita ketahui memang masih ada kecurangan-kecurangan yang terjadi. Sebagaimana kemarin kami sampaikan di konferensi pers, di ruang ini, bahwa telah terjadi adanya money politics dan juga adanya penyebaran sembako dalam rangka mempengaruhi,” kata Ketua Tim Pemenangan Ridwan Kamil-Suswono, Ahmad Riza Patria dalam konferensi pers tim RIDO di DPD Golkar, Jakarta Pusat, Kamis 28 November 2024 dini hari.
Riza menyebut pihaknya menduga ada beberapa tempat yang tergolong masuknya unsur politik uang. Dan mengeklaim di wilayah Kepulauan Seribu bahkan ditemukan sejumlah sembako yang siap edar.
“Dan ternyata dugaan kami betul dan di beberapa tempat termasuk di Pulau Seribu kemarin telah ditemukan banyak sekali sembako yang siap edar,” ujar Riza.
Dengan kecurangan itu maka dapat mencederai proses Pilkada Jakarta 2024.
“Inilah salah satu faktor yang mencederai proses Pilkada di DKI Jakarta, ternyata masih ada yang menggunakan dengan cara-cara yang curang, yaitu money politics dan penyebaran sembako di hari tenang,” jelas Riza.
Riza meminta seluruh jajaran partai pendukung untuk melaporkan segala bentuk kecurangan. Ia juga berharap aparat penegak hukum (APH) dapat memproses hal itu.
“Yang berikutnya juga kami ingin sampaikan bahwa kami ingin mengajak seluruh jajaran partai pendukung agar melaporkan semua bentuk-bentuk money politics, bentuk-bentuk kecurangan yang terjadi kepada aparat hukum terkait pilkada, yaitu Bawaslu, KPU dan kepolisian. Dan yang terkait juga Kejaksaan Gakkumdu di Bawaslu,” pinta Riza.
Bahkan Riza pun membuat sayembara bagi seluruh warga Jakarta yang menemukan adanya kecurangan yang dilakukan tim Pramono Anung-Rano Karno.
Sayembara yang diberikan itu adalah berupa uang senilai Rp.10 juta.
“Kami telah mengumumkan memberikan sayembara Rp10 juta bagi siapa saja yang menemukan adanya kecurangan, money politic, maupun penyebaran sembako di masa tenang atau menjelang pencoblosan atau sebelum pencoblosan,” ujar Ketua Tim Pemenangan RIDO, Ahmad Riza Patria di kantor Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Golkar, Jakarta pada Kamis 28 November 2024.
Ahmad Riza Patria mengaku bahwa di internalnya telah menerima laporan adanya kecurangan yang dilakukan kubu Pramono-Rano mulai dari politik uang hingga sembako.
“Itu sangat jelas. Jadi, kami minta seluruh masyarakat silakan tolong difoto, divideokan adanya kecurangan sembako-sembako yang dibagi agar disampaikan (ke masyarakat),” katanya.
Sementara itu, Pramono Anung menanggapi santai tudingan kecurangan dengan menyebut semua diserahkan sepenuhnya ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).


















Discussion about this post