Suaranusantara.com- Romahurmuziy atau akrab disapa Romy selaku Ketua Majelis Pertimbangan DPP Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mengatakan bahwa berdasarkan informasi dari group Whatsapp yang diikutinya mendapat kabar ada empat nama yang bakal menjadi calom ketua umum (caketum) PPP.
Kata Romy empat nama yang bakal jadi caketum PPP itu, dua berasal dari internal partai dan dua lagi dari eksternal.
Terkait dari pihak eksternal partai, Plt Ketum PPP Muhamad Mardiono mengatakan bahwa harus mengikuti mekanisme yang sudah ditentukan oleh partai.
Mardiono mengatakan bagi pihak luar yang ingin mencalonkan sebagai caketum PPP haruslah menjadi kader PPP terlebih dahulu dan mengikuti AD/ART yang berlaku.
“Tidak adalah partai politik yang kemudian menutup orang lain, kita terbuka. Tetapi memang ada mekanisme di dalam anggaran dasar, anggaran dan tradisi. Bukan hanya suatu mekanisme,” kata Mardiono usai Mukernas PPP di Ancol, Jakarta Utara, Sabtu 14 Desember 2024 malam.
“Bahwa kemudian ada wacana ya misalnya yang saat ini tidak menjadi kader, kemudian ingin masuk di partai. Itu boleh kita secara terbuka. Tapi memang ada prosesnya,” sambungnya.
Kata Mardiono, sangat tidak rasional apabila ada orang luar yang ingin mencalonkan jadi caketum namun tidak tahu kondisi internal partai.
“Kan juga tidak mungkin ya kalau orang yang belum tahu tentang PPP tetapi akan memimpin PPP, kira-kira rasional atau tidak? Orang yang belum tahu tentang dinamika, tentang tradisi politik, tentang karakteristik politik kemudian orang itu misalnya akan memimpin,” ungkapnya
Tak cuma itu, menurut Mardiono, selama ini juga dia belum pernah melihat ada orang luar partai keudian jadi kader baru lalu tiba-tiba memimpin.
“Dan saya belum pernah ada lihat partai-partai politik lama atau yang eksis saat ini kemudian tiba-tiba orang lain, misalnya yang saya sebut orang lain namanya kader baru, kemudian tiba-tiba memimpin. Itu menurut pandangan pikiran saya dan rekan-rekan memang sulit untuk bisa dipahami,” tegasnya.
Bahkan selama ini menurut penglihatannya, ada kader yang sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi saja belum tentu bisa paham apalagi orang lain.
Namun dia mengingatkan tidak menutup kemungkinan nanti dalam Muktamar terjadi kesepakatan asal sesuai konstitusi partai.
“Kader yang sudah berpuluh-puluh tahun mengabdi ini saja belum tentu bisa memahami secara totalitas, apalagi misalnya orang lain. Tetapi sekali lagi tidak menutup. Bahwa di dalam muktamar itu kemudian atas hal kesepakatan, yes. Tapi kesepakatan itu tidak boleh keluar dari haluan-haluan konstitusi sebuah partai,” imbuhnya.
Sebelumnya juga, Sekjen DPP PPP Arwani Thomafi menyebut, selalu ada kemungkinan terhadap tokoh baru untuk memimpin PPP di Muktamar 2025.
Menurut dia, PPP adalah partai terbuka yang memiliki segudang tokoh internal yang memiliki kesempatan yang sama untuk memimpin partai.
Namun demikian, semua bergantung pada keputusan semua peserta muktamar.
“PPP memiliki sejumlah tokoh internal yang potensial seperti Gus Taj Yasin, Sandiaga Uno, Amir Uskara, Rusli Efendi, Achmad Baidowi dan lainnya. Mereka mempunyai kapasitas dan kesempatan untuk memimpin partai, dan semua tergantung peserta muktamar 2025 mendatang,” kata pria karib disapa Gus Arwani dalam keterangan diterima, Sabtu 14 Desember 2024.
