Menilik Kembali Perjalanan Karir Politik Gibran hingga Akhirnya Didepak dari PDI Perjuangan

Wapres Gibran Rakabuming Raka saat di apel siaga masa tenang Pilkada di Monas

Wapres Gibran Rakabuming Raka saat di apel siaga masa tenang Pilkada di Monas

Suaranusantara.com- Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) Gibran Rakabuming Raka telah resmi dipecat dari keanggotaan PDI Perjuangan pada Senin 16 Desember 2024.

Gibran Rakabuming Raka tak sendirian dipecat, tapi ada sebanyak 26 orang lainnya termasuk sang ayah Presiden ke 7 RI Joko Widodo atau Jokowi dan adik iparnya, Bobby Nasution.

Gibran Rakabuming Raka diketahui dipecat lantaran dinilai melanggar etik berat ssbagai kader PDI Perjuangan.

Gibran diketahui melanggar etik berat dengan maju Calon Wakil Presiden 2024 dari partai lain.

Lantas bagaimana perjalanan karir politik Gibran hingga akhirnya didepak dari PDI Perjuangan?

Gibran pertama kali terjun ke dunia politik pada Pilkada 2020 dengan menjadi Wali Kota Surakarta.

Adapun Gibran menunjukkan keseriusannya ke dunia politik dengan menemui FX Hadi Rudyatmo yang saat itu menjadi Wali Kota Surakarta dan Ketua DPC PDI-P Solo.

Dia kemudian mendaftarkan diri dengan menyerahkan formulir dan berkas untuk maju pada Pilkada Solo 2020. Namun, peluang itu sudah tertutup.

Peluang Gibran dalam Pilkada 2020 kembali terbuka lewat jalur DPP setelah ia menemui Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri.

Dia mengikuti uji kelayakan dan kepatutan di kantor DPP PDI-P Jakarta. Hasilnya, Gibran memperoleh rekomendasi dari DPP PDI-P berpasangan dengan Teguh Prakosa sebagai calon wali kota dan wakil wali kota pada Pilkada Solo 2020.

Pasangan Gibran-Teguh diusung oleh PDI-P dan sejumlah partai pendukung, yaitu Partai Golkar, Partai Gerindra, PAN, PPP, PKB, Nasdem, Perindo, dan PSI.

Pasangan itu meraih kemenangan dengan 86 persen suara, jauh mengungguli paslon lawannya pada Pilkada 2020.

Gibran-Teguh dilantik pada 26 Februari 2021 sebagai Wali Kota dan Wakil Wali Kota Surakarta untuk masa periode 2021–2024.

Di usianya yang masih terbilang muda, 33 tahun, Gibran menjadi orang nomor satu di kota Surakarta.

Lalu pada 2024, usai dua tahun memimpin Solo, Jawa Tengah, Gibran langsung diusung menjadi bakal calon presiden oleh Koalisi Indonesia Maju (KIM) dan dipasangkan dengan Prabowo dalam Pilpres 2024.

“Baru saja Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri dari delapan partai politik, yang dihadiri lengkap oleh ketum masing-masing dan sekjen masing-masing, kita telah berembug secara final, secara konsensus, seluruhnya sepakat mengusung Prabowo Subianto sebagai capres Koalisi Indonesia Maju untuk 2024-2029 dan saudara Gibran Rakabuming Raka sebagai calon wakil presiden,” kata Prabowo, dilansir pada Selasa 17 Desember 2024.

Gibran meniti karir politiknya terbilang cepat sebab hanya memerlukan waktu dua tahun untuk menjadi Wapres RI.

Exit mobile version