Ketum AMPG Bela Bahlil Lahadalia Soal Kebijakan Gas 3 Kg

Ketua AMPG Said Al Idrus beri pembelaan soal kebijakan Bahlil Lahadalia terkait gas 3 kg (instagram @narasinewsroom)

Ketua AMPG Said Al Idrus beri pembelaan soal kebijakan Bahlil Lahadalia terkait gas 3 kg (instagram @narasinewsroom)

Suaranusantara.com- Ketua Umum Angkatan Muda Partai Golkar (Ketum AMPG) Said Al Idrus memberikan pembelaannya terhadap Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia yang dikritik soal kebijakan gas 3 kg hanya bisa dibeli di pangkalan resmi.

Sebagai informasi, Bahlil Lahadalia membuat kebijakan di mana gas 3 kg tidak diperbolehkan dijual di warung atau pengecer.

Masyarakat yang menggunakan gas 3 kg wajib membeli langsung dari pangkalan resmi. Bahlil juga tengah membuat kebijakan di mana pengecer untuk jadi sub pangkalan.

Tentunya kebijakan Bahlil ini membuat masyarakat meradang, terlebih kondisi perekonomian yang tengah sulit membuat rakyat terhimpit.

Adapun tujuan kebijakan Bahlil ini adalah untuk mengontrol harga jual gas 3 kg di pasaran.

Said mengatakan bahwa tujuan Bahlil itu baik agar rakyat tidak terbebani dengan harga gas 3 kg tidak melebihi harga eceran tertinggi (HET).

“Menteri-menteri kita itu berkeinginan supaya rakyat itu tidak terbebani dengan harga gas yang ada sekarang,” ujarnya pada Jumat 7 Februari 2025.

Kata Said, harga gas 3 kg itu cuma Rp.12 ribuan tapi malah sampai ke bawah-bawahnya harganya mencapai Rp.25 ribu.

“Harga HET gas itu Rp 12.750 tapi sampai ke bawah itu Rp 25.000. Nah ini bagaimana pemerintah akan memutus mafia-mafia,” kata Said di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat.

Menurutnya, ada pihak-pihak yang sengaja ingin menyerang Bahlil dengan menghembuskan sejumlah isu-isu negatif.

“Bagi yang tidak senang mungkin banyak isu-isu yang dimainkan. Kita yakin dan percaya rakyat akan senang apabila gas punya HET yang jelas,” tuturnya.

Said juga menyampaikan bahwa Partai Golkar akan terus mendukung kebijakan pemerintah.

“Insyaallah Partai Golkar tetap akan mendukung pemerintah sepenuhnya. Dan dengan kekuatan banyaknya menteri di sana banyak yang sudah dibuat oleh kader-kader Partai Golkar untuk negeri ini,” paparnya.

Adapun kebijakan Bahlil itu telah dianulir, dan mulai per 4 Februari 2025 berdasarkan instruksi dari Presiden RI Prabowo Subianto, gas 3 kg kini dapat dibeli kembali di warung atau pengecer seperti biasa.

Exit mobile version