Suaranusantara.com – Manchester United dikabarkan telah melakukan pendekatan kepada gelandang Olympique Lyonnais, Corentin Tolisso, untuk kemungkinan bergabung ke Old Trafford pada bursa transfer musim panas ini.
Di tengah kesulitan klub dalam merealisasikan transfer pemain baru, Corentin Tolisso bisa menjadi opsi alternatif untuk memperkuat lini tengah United yang tengah berjuang mencari konsistensi.
Hingga saat ini, Matheus Cunha menjadi satu-satunya rekrutan besar bagi skuad utama United di jendela transfer ini.
Pelatih anyar Ruben Amorim menghadapi tekanan besar setelah finis di posisi ke-15 Premier League musim lalu, dan target tampil di kompetisi Eropa musim depan membuat kebutuhan akan perbaikan di skuad semakin mendesak.
Fokus Utama: Lini Tengah yang Rapuh
Meski perhatian utama United selama ini tertuju pada sektor penyerang, lini tengah tak luput dari sorotan, terutama karena masa depan Casemiro yang mulai dipertanyakan.
Laporan dari media Prancis, L’Équipe, dilansir Sports Mole, menyebut bahwa MU sedang menjajaki kemungkinan merekrut Tolisso. Namun, Lyon belum menunjukkan niat untuk melepas sang pemain.
Penampilan Tolisso saat menghadapi United di ajang Liga Europa musim lalu cukup mencuri perhatian.
Meskipun ia harus menerima kartu merah di leg kedua, sebuah momen yang dianggap krusial dalam tersingkirnya Lyon, Tolisso tetap menunjukkan kualitasnya sebagai gelandang serba bisa.
Pemain berusia 30 tahun ini bukan gelandang bertahan murni, namun memiliki kemampuan komplit, kuat dalam bertahan, bisa membangun serangan, dan mencetak gol.
Ia mencetak tujuh gol di Ligue 1 musim lalu, jumlah tertinggi keempat di skuad Lyon.
Antara Potensi dan Risiko
Kendati demikian, ada kekhawatiran besar terkait riwayat cedera Tolisso. Dalam delapan musim terakhir, ia hanya dua kali bermain minimal 25 laga liga dalam satu musim. Catatan ini tentu menjadi pertimbangan serius bagi United.
Di sisi lain, Casemiro yang telah menggeser Manuel Ugarte dari susunan pemain utama di akhir musim lalu, kini berusia 33 tahun dan performanya tak lagi konsisten.
Bruno Fernandes pun kerap ditarik lebih ke belakang untuk menambal kelemahan distribusi bola, meski kontribusinya dalam bertahan masih terbatas dan ia akan menginjak usia 31 tahun September mendatang.
Dengan kondisi ini, kebutuhan akan gelandang baru terasa mendesak, terlepas dari jadi atau tidaknya transfer Tolisso.
Jika ingin bersaing di level Eropa, Ruben Amorim harus memastikan lini tengahnya lebih solid dan bertenaga.
