Suaranusantara.com– ISOPLUS, minuman isotonik produksi WINGS Food, kembali menghadirkan Isoplus Run Series 2026 sebagai bagian dari komitmennya dalam mendukung gaya hidup aktif masyarakat Indonesia.
Memasuki tahun keempat penyelenggaraannya, Isoplus Run Series 2026 terus berkembang menjadi ajang lari yang digemari kaum urban, mengajak masyarakat untuk memulai perjalanan hidup sehat dan “UNLOCK YOUR GREATNESS.”
Tahun ini, Isoplus Run Series 2026 akan kembali diselenggarakan di dua kota besar, yaitu Jakarta pada 6 September 2026 dan Surabaya pada 4 Oktober 2026.
Ajang ini menargetkan partisipasi hingga 17.000 pelari, terdiri dari 8.000 peserta di Jakarta dan 9.000 peserta di Surabaya, yang berasal dari berbagai latar belakang, mulai dari pelari pemula hingga komunitas lari yang semakin berkembang di Indonesia.
Di Jakarta, peserta dapat mengikuti kategori 5K, 10K dan Kids Dash, sementara di Surabaya akan tersedia kategori lomba lengkap yaitu kids dash, 5K, 10K, half marathon, hingga full marathon yang memberikan pilihan lebih luas bagi para pelari untuk menantang diri mereka sesuai kemampuan dan target pribadi.
“Tahun ini race village kami akan bertempat di tengah kota Jakarta, sama seperti di Surabaya juga di pusat kota. Ini menegaskan positioning Isoplus Run sebagai event lari yang digemari siapa saja, terutama kaum urban. Sebagai #ExcellentHydration Partner, ISOPLUS terus mendorong terciptanya ekosistem gaya hidup aktif melalui berbagai training komunitas juga melalui kampanye media sosial. Isoplus Run Series merupakan wujud komitmen kami untuk terus mendukung masyarakat Indonesia menjalani gaya hidup aktif dan sehat,” ujar Joshua Gunawan, Head of Ready to Drink Beverages WINGS Group Indonesia.
Joshua melanjutkan, Isoplus Run Series yang telah dilaksanakan 3 tahun terakhir turut memberikan sumbangsih terhadap perekonomian sektor yang terlibat seperti perhotelan, kuliner lokal, retail sport, transportasi, dan berbagai UMKM.
Seperti yang diakui oleh Pemerintah Kota Surabaya dalam penyelenggaraan Surabaya Isoplus Marathon tahun 2025.
Untuk memastikan pengalaman lari yang berkualitas, Isoplus Run Series 2026 menggandeng manajemen race profesional yang telah berpengalaman dalam mengelola berbagai ajang lari di Indonesia.
Menurut Safrita Aryana, Race Director Isoplus Run 2026, aspek teknis dan standar penyelenggaraan menjadi prioritas utama agar peserta dapat merasakan pengalaman lari yang aman dan berkualitas.
“Kami membawa standard operating procedure manajemen race profesional yang dalam pelaksanaan ISOPLUS Run Series. Kami menawarkan sebuah valid running race bagi peserta dengan rute yang terkalibrasi. Kami berkomitmen menghadirkan sebuah race yang tidak hanya valid, tetapi juga valuable bagi seluruh peserta. Standar penyelenggaraan yang baik ini diharapkan dapat memberikan pengalaman lari yang nyaman dan aman bagi para peserta, sekaligus mendukung berkembangnya budaya lari yang semakin kuat di Indonesia,” jelas Safrita.
Pihak ISOPLUS dan race management tidak berhenti untuk mengedukasi para pelari untuk tidak melewatkan hydration station dan memanfaatkannya secara maksimal.
“Agar setiap pelari bisa menyelesaikan lomba dengan baik, tetap sehat, dan pulang dengan bahagia bertemu keluarga. Justru dalam banyak kasus, pelari yang mengalami kelelahan atau masalah kesehatan sering datang dari kategori 5K dan 10K karena dianggap jarak yang lebih ringan, padahal kebutuhan hidrasi tetap harus diperhatikan,” lanjut Safrita.
Selain pengalaman berlari yang berkualitas, Isoplus Run Series 2026 juga menghadirkan sentuhan kreatif melalui kolaborasi desain jersey bersama visual designer Popomangun.
Popomangun menjelaskan bahwa desain jersey tahun ini terinspirasi dari perjalanan seseorang dalam mencapai berbagai milestone dalam hidup.
“Saya personally suka dengan tema yang diberikan karena sangat relate. Dari tema unlock your greatness tersebut saya berusaha ciptakan ritme visual yang dinamis dan vibrant, karena untuk membuka potensi terbaik kita, kita perlu bergerak, dan inilah yang saya tangkap dalam bentuk visual.” ujar Popomangun.***

















Discussion about this post