KONI DKI Pastikan Pembinaan Sepak Bola Tetap Berjalan Jelang Babak Kualifikasi PON

Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI DKI Jakarta, Andri Paranoan (Dok Pemprov DKI)

Suaranusantara.com – KONI DKI Jakarta memastikan pembinaan sepak bola ibu kota tetap berjalan meski cabang olahraga tersebut belum masuk dalam program Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) tahun ini. Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari persiapan menghadapi babak kualifikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) berikutnya.

Wakil Ketua Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) KONI DKI Jakarta, Andri Paranoan, mengatakan pembinaan prestasi tidak hanya bergantung pada status organisasi, termasuk kondisi Asprov PSSI DKI Jakarta yang masih berstatus pelaksana tugas (Plt). Menurutnya, prestasi dipengaruhi berbagai faktor seperti latihan, dukungan, kebijakan, sport science, nutrisi, dan sport medicine.

“Pelatda-nya tetap jalan, pelatihannya tetap jalan, dukungannya tetap jalan,” ujar Andri dalam keterangannya.

Menurut Andri, capaian pada PON 2024 menjadi salah satu bahan evaluasi untuk memperbaiki persiapan tim Jakarta. Pada ajang tersebut, sepak bola putra dinilai memiliki waktu latihan dan kesempatan tryout yang terbatas. Namun, sepak bola putri berhasil meraih medali perak, begitu pula futsal yang berada dalam pembinaan PSSI.

Menghadapi PON berikutnya, KONI DKI kini menaruh perhatian besar pada babak kualifikasi. Andri menyebut pihaknya bahkan mempertimbangkan strategi untuk kembali menjadi tuan rumah kualifikasi agar persiapan dan peluang Jakarta lolos ke PON dapat lebih optimal.

“Tahun ini strateginya kita juga kalau bisa babak kualifikasi kita ambil tuan rumah lagi. Sebelum main ke PON kan harus main babak kualifikasi dulu. Kita enggak bakal bisa bicara di PON kalau babak kualifikasinya enggak lolos,” tuturnya.

Belum masuknya sepak bola dalam program Pelatda tahun ini, lanjut Andri, berkaitan dengan kebijakan prioritas dan keterbatasan anggaran. KONI DKI menerapkan pendekatan berbasis anggaran dalam menentukan cabang olahraga dan atlet yang memperoleh dukungan Pelatda, sehingga tidak seluruh cabang dapat langsung masuk dalam program tersebut.

Dalam skema tersebut, sepak bola putra Jakarta belum memenuhi kriteria karena tidak lolos pada PON 2024. Sementara tim sepak bola putri yang meraih medali perak juga belum menjadi prioritas berdasarkan skema program yang diterapkan. Meski demikian, Andri menegaskan kondisi tersebut tidak berarti pembinaan sepak bola dihentikan.

KONI DKI bersama Asprov PSSI DKI Jakarta tetap menyiapkan strategi penjaringan pemain untuk menghadapi babak kualifikasi. Seleksi dilakukan dengan melihat hasil Liga 4 serta memantau pemain potensial dari luar Jakarta.

Exit mobile version