Pep Guardiola Inginkan Komitmen Pemain Agar Manchester City Bisa Segera Bangkit

Pep Guardiola

Suaranusantara.com – Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, menginginkan komitmen dari semua pemain agar dapat segera bangkit dari keterpurukan.

Pep Guardiola menegaskan bahwa komitmen merupakan kunci kebangkitan skuadnya setelah mengalami kekalahan dalam lima laga terakhir.

Guardiola ingin semua pemain tetap mengerjakan apa yang seharusnya dilakukan. Tapi semua itu belum cukup.

Baca Juga: Pep Guardiola Ungkap Alasan Perpanjang Kontrak dengan Manchester City

Ia menuturkan, pemain tidak hanya cukup menjadi diri sendiri, akan tetapi membutuhkan sebuah komitmen.

“Saya menginginkan komitmen dari semua pemain untuk tetap mengerjakan apa yang harus kami lakukan,” ujar Guardiola dalam laman Manchester City di Jakarta, Selasa.

“Hanya menjadi diri sendiri saja tidak cukup, mesti menunjukkan komitmen, komitmen, komitmen dan komitmen,” tegasnya.

Pelatih asal Spanyol itu menegaskan timnya membutuhkan satu kemenangan untuk mengakhiri tren buruk.

Sebelum jeda internasional, City telah mengalami empat kali berturut-turut, masing-masing kandas dari Totenham Hotspur, Bournemouth, Sporting CP dan menyerah dari Brighton and Hove Albion.

Usai jeda internasional, City kembali dipermalukan Tottenham Hotspur akhir pekan lalu dengan empat gol tanpa balas.

Lawan terdekat City adalah menghadapi Feyenoord pada pertandingan Liga Champions, Rabu dini hari WIB esok.

“Saya mau para pemain tampil bagus dan lebih fokus. Masa buruk ini akan segera berlalu,” kata Guardiola.

Guardiola berjanji mengerahkan semua pengalamannya baik sebagai pemain maupun sebagai pelatih.

Dia masih menganggap penampilan anak-anak asuhnya sudah cukup baik.

“Sekarang, ini bukan tentang hasil. Namun bagaimana meningkatkan performa yang sejak awal musim sudah sangat, sangat bagus kecuali ketika melawan Bournemouth,” tutur Guardiola.

Pep masih yakin City tetap berpotensi untuk berprestasi pada sisa musim ini.

“Yang penting kami tidak menyerah dan yakin bisa sampai di sana. Kami berstatus juara bertahan (Liga Inggris) dan memang sulit untuk mempertahankannya,” tutur dia.

Exit mobile version