Suaranusantara.com- Pemecatan terhadap Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia hingga kini masih menuai polemik.
Sebab, pemecatan Shin Tae-yong dinilai terlalu terburu-buru dan mengejutkan banyak pihak. Terlebih kondisi Timnas Indonesia di tangan pelatih asala Korea Selatan itu mulai ada peningkatan.
Salah satu peningkatannya adalah Timnas Indonesia di tangan Shin Tae-yong pada peringkat FIFA mengalami kenaikkan dari 173 ke 127.
Ini merupakan prestasi yang sangat membanggakan bagi Indonesia di dunia persepakbolaan.
Shin Tae-yong diketahui baru saja menandatangani perpanjangan kontrak dengan PSSI pada akhir Juni 2024 lalu dan akan berakhir 2027 mendatang.
Sayang, masa kontrak belum berakhir namun PSSI telah memutuskan memecat Shin Tae-yong dari kursi pelatih Timnas Indonesia pada Senin 6 Januari 2025.
Hal ini menuai polemik lantaran dinilai terburu-buru. Namun Ketum PSSI, Erick Thohir membantah dengan mengatakan bahwa pemecatan itu sebelumnya sudah dipikirkan jauh-jauh hari.
Erick mengatakan proses pemecatan Shin telah dipikirkan tepatnya pada Oktober 2024 lalu, yang di mana kala itu Indonesia bertandang ke China dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.
Pada saat itu, terjadi dinamika di internal Timnas Indonesia, tetapi Ketua PSSI Erick Thohir enggan membeberkannya. Ditambah Skuad Garuda menelan kekalahan 2-1 dari China.
Bahkan, internal Timnas dikabarkan memanas sejak Indonesia ditahan imbang Bahrain 2-2 karena Shin Tae-yong menolak saat sejumlah pemain mengajaknya untuk berdiskusi.
Pemain yang mempertanyakan taktiknya saat melawan Bahrain kemudian menerima konsekuensi di mana Thom Haye dicadangkan dan melepas ban kapten, Jay Idzes.
Hasil kurang memuaskan kemudian diterima Timnas Indonesia setelah takluk 1-2 dari China, padahal Pasukan Garuda menguasai jalannya laga.
Faktor pertimbangan lain yang menjadi keputusan untuk memecat Shin yakni terkait kendala dalam komunikasi.
Sebab Shin diketahui belum fasih berbahasa Indonesia. Padahal PSSI sudah mengajukan klausul kontrak yang mengharuskan pelatih asal Korea Selatan itu belajar bahasa Indonesia.
Dalam konferensi pers, Erick Thohir menyampaikan bahwa keputusan pemecatan Shin Tae-yong selain pertimbangan, ada evaluasi yang menjadi penilaian PSSI hingga memutuskan mengakhiri kerjasama dengan Shin.
Terlebih Timnas Indonesia punya target besar yakni untuk masuk ke Piala Dunia 2026.
“Tapi dinamika di timnas ini menjadi perhatian khusus dalam kami melakukan evaluasi. Kita melihat perlunya ada pimpinan yang bisa lebih menerapkan strategi yang disepakati oleh para pemain,” ujar Ketum PSSI Erick Thohir pada Senin 6 Januari 2025
