Ditahan Imbang Club Brugge, Thiago Motta Soroti Start Lambat Juventus

Thiago Motta soroti start lambat Juventus lawan Club Brugge

Thiago Motta soroti start lambat Juventus lawan Club Brugge (Foto: instagram/@juventus)

Suaranusantara.com – Juventus harus puas bermain imbang tanpa gol melawan Club Brugge pada matchday 7 fase liga Liga Champions 2024/2025. Pertandingan yang digelar di Jan Breydel Stadium, Bruges, Belgia, Rabu (22/1/2025) dini hari WIB, menjadi laga yang penuh frustrasi bagi Bianconeri.

Meski mendominasi penguasaan bola, Juventus kesulitan menciptakan peluang berbahaya. Statistik menunjukkan Juventus hanya mampu melepaskan lima tembakan sepanjang pertandingan, dengan satu saja yang mengarah ke gawang.

Pada babak pertama, tim asuhan Thiago Motta bahkan hanya mampu mencatatkan satu tembakan, menunjukkan minimnya agresivitas di awal laga. Barulah di babak kedua Juventus tampil lebih baik, meski tetap gagal memecah kebuntuan.

Pelatih Juventus, Thiago Motta, menyayangkan timnya yang tampil lambat panas, terutama di babak pertama. Menurutnya, pendekatan yang terlalu hati-hati membuat Juventus kehilangan momentum untuk menguasai permainan sejak awal.

“Kami memulai pertandingan terlalu lamban. Kami terlalu hati-hati ketika kami tahu kami harus menyerang sejak awal,” ujar Motta seperti dikutip dari situs resmi UEFA.

“Gol cepat bisa jadi krusial. Babak kedua lebih baik, tapi saya berharap tim saya lebih berani,” tambahnya.

Motta juga memberikan kredit kepada Club Brugge, yang menurutnya berhasil menghambat permainan Juventus dengan pertahanan yang solid. “Itu juga ada hubungannya dengan lawan, yang tidak membiarkan kami memainkan permainan kami. Kami harus beri mereka kredit untuk itu,” katanya.

Hasil imbang ini membuat Juventus tetap berada di peringkat ke-14 klasemen Liga Champions dengan raihan 12 poin dari tujuh laga. Mereka kini hanya berjarak satu poin dari posisi delapan besar, yang menjadi batas untuk lolos ke babak 16 besar.

Namun, dengan hanya satu pertandingan tersisa, Juventus harus bekerja keras untuk memastikan kelolosan mereka. Kemenangan di laga terakhir akan menjadi harga mati bagi Bianconeri untuk menjaga asa melangkah ke fase gugur.***

Exit mobile version