Pria di Banguntapan, Yogyakarta Meninggal Dunia Akibat Penyakit Asam Lambung

Ilustrasi Orang meninggal(Istockphoto)

Ilustrasi Orang meninggal(Istockphoto)

Suaranusantara.com – Seorang pria asal Jambidan, Banguntapan, Bantul, DI Yogyakarta bernama Adi Sucianto (30) ditemukan meninggal di kamar kosnya. Pria yang berprofesi sebagai desainer Grafis ini dinyatakan meninggal karena penyakit asam lambung yang telah lama dideritanya.

Insiden tragis ini terjadi pada Minggu (16/7) sekitar pukul 02.00 WIB. Suara kesakitan dari kamar Adi menjadi saksi bisu kisah pilu yang terjadi. Sesama penghuni kos yang mendengar mengerangnya Adi berusaha membantu dengan memanggil penghuni lain. Namun, setelah menunggu cukup lama tanpa ada tanda-tanda pergerakan dari kamar tersebut, mereka menjadi semakin cemas.

“Korban biasanya aktif keluar kamar untuk keperluan sehari-hari, namun kali ini tidak ada aktivitas yang terlihat. Akhirnya, kami menghubungi pemilik kos untuk memastikan kondisinya,” kata Iptu I Nengah Jeffry Prana Widnyana dari Kasi Humas Polres Bantul.

Usaha untuk mengetuk pintu kamar tidak mendapatkan jawaban, sehingga pemilik kos memeriksa melalui jendela kaca nako. Saat melihat ke dalam, mereka menemukan Adi tertidur tengkurap. Pihak kos kemudian segera menghubungi Polsek Banguntapan pada pukul 21.00 WIB.

Dari hasil pemeriksaan, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Dilaporkan bahwa Adi telah meninggal dunia sekitar tiga jam sebelum ditemukan. Hasil pemeriksaan medis mengindikasikan bahwa penyebab kematian Adi adalah penyakit asam lambung yang dideritanya.

Menurut keterangan dari keluarga, Adi sempat mengeluhkan sakit perut dan asam lambung beberapa hari sebelumnya. Kondisi kesehatan ini mungkin menjadi perhatian, terutama karena pekerjaan Adi sebagai desainer grafis yang seringkali memerlukan begadang dan konsumsi kopi.

Dalam tragedi ini, dunia desain grafis kehilangan seorang bakat muda yang ceria dan berbakat. Adi Sucianto meninggalkan kenangan manis sebagai seorang desainer grafis yang berdedikasi dan penuh semangat dalam menciptakan karya-karya visual yang memukau. Keluarga dan teman-teman Adi telah menerima peristiwa ini, dan jenazahnya telah dibawa ke kampung halamannya di Butuh, Purworejo, Jawa Tengah.

Tragedi kematian Adi mengingatkan kita akan pentingnya menjaga kesehatan dan mengenali tanda-tanda dari kondisi medis yang mungkin tidak terlihat sepele. Semoga kepergian Adi dapat menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu mengutamakan kesehatan fisik dan mental dalam setiap aspek kehidupan.(Dn)

Exit mobile version