Ronny Talapessy sebut Hasto Dapat Serangan Masif Usai PDIP Pecat Jokowi

Tim kuasa hukum Hasto Kristiyanto, Ronny Talapessy minta hadirkan Rossa Purbo Bekti penyidik KPK dan minta putar tayangan CCTV (instagram @ronnytalapessy)

Tim kuasa hukum Hasto Kristiyanto, Ronny Talapessy minta hadirkan Rossa Purbo Bekti penyidik KPK dan minta putar tayangan CCTV (instagram @ronnytalapessy)

Suaranusantara.com – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto mendapatkan serangan masif usai PDIP memecat Presiden ke-7, Joko Widodo (Jokowi) sebagai kader.

Hal itu disampaikan oleh tim kuasa hukum Hasto, Ronny Talapessy.

“Sejak diumumkan pemecatan tersebut, serangan terhadap Sekjen PDI Perjuangan Mas Hasto sangat masif,” kata Ronny, Senin (10/3/2025).

Terlebih, kata dia, sebelum pemecatan Jokowi dan keluarganya itu juga beredar isu yang meminta Hasto mundur dari posisinya.

Tak hanya itu, ada juga permintaan untuk tidak memecat Jokowi sebagai kader.

“Sebelumnya juga, Sekjen menyampaikan bahwa ada permintaan untuk Mas Hasto mundur, dan juga meminta untuk sebelumnya untuk tidak dilakukan pemecatan terhadap Jokowi,”ucapnya.

Usai pemecatan itu, diakui Hasto terus menerima serangan masif hingga puncaknya mencapai pada Selasa (24/12/2024) di mana Hasto ditetapkan sebagai tersangka terkait dugaan suap dan dugaan perintangan penyidikan dalam perkara Harun Masiku.

Kemudian, dia juga menambahkan pada 20 Desember 2024 diketahui ada namanya serah terima pimpinan KPK yang lama ke yang baru.

“Jeda waktunya sangat singkat dan sangat pendek. Jadi kami melihat bahwa ini adalah kepentingan yang merasa terganggu dengan sikap PDIP dan juga terhadap pemecatan Pak Jokowi dan keluarga,” ujarnya.

Exit mobile version