Kaesang Pangarep Ungkap Makna Logo Baru PSI: Gajah Bukan Raja Hutan tapi Pelindung

Kontroversi Pernyataan Kaesang Pangarep: "Jateng is Red" dan Respons PDIP

Kontroversi Pernyataan Kaesang Pangarep: "Jateng is Red" dan Respons PDIP (Foto:Instagram)

Suaranusantara.com – Ketua Umum PSI peridoe 2025-2030, Kaesang Pangarep menjelaskan makna logo baru partainya yaitu  gajah hitam berkepala merah yang sedang mengangkat belalai dengan kepala ke atas.

Dia mengatakan, gajah hitam berkepala merah itu dianggap seperti gajah yang sedang sedang mengamuk.

“Saya menjelaskan mengenai gajah yang terlihat mau mengamuk,” kata Kaesang usai diumumkan sebagai Ketua Umum PSI periode 2025-2030 di Solo, Sabtu (19/7/2025).

Menurut Kaesang, gajah adalah makhluk yang kuat namun bijaksana.

Meski bukan raja hutan, kata dia, namun gajah merupakan pelindung hutan.

“Gajah selalu defensif. Gajah mungkin memang bukan raja hutan. Gajah adalah pelindung dari hutan,” ujarnya.

Anak bungsu Presiden ke-7 RI, Joko Widodo itu juga menjawab pihak-pihak yang masih menganggap PSI sebagai partai kecil.

“Orang menganggap kita masih gajah yang kecil. Tapi gajah yang kecil itu tetap besar,” kata Kaesang.

“Lihat saja nanti 2029 kita akan menjadi partai yang besar,” lanjutnya.

Sebagai informasi, logo PSI yang sebelumnya berupa tangan menggenggam bunga mawar putih diketahui terinspirasi dari pidato Presiden pertama RI Sukarno pada 29 Juli 1959 di Semarang.

Exit mobile version