Suaranusantara.com – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar, M. Sarmuji, meyakini mantan Ketua DPR, Setya Novanto (Setnov) akan menjadi pribadi yang lebih baik kedepannya.
Hal itu disampaikan, Sarmuji dalam menanggapi bebasnya mantan Ketua Umum Golkar, Setnov dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Sukamiskin, Bandung, Jawa Barat, pada 16 Agustus 2025 lalu.
“Pak Novanto sudah menjalani pemasyarakatan sebagai bekal saat menjalani hidup normal. Insya Allah lebih baik,” ujar Sarmuji kepada wartawan, Senin (18/8/2025).
Dia lantas menyarankan kepada Setnov untuk menimmati kehidupan bebas terlebih dahlu, baru kemudian kembali melakukan aktivitas politik, salah satunya masuk ke kepengurusan Golkar.
“Beliau baru bebas, pasti butuh adaptasi. Masuk pengurus menyita pikiran. Biarkan beliau menikmati hidup tanpa beban terlebih dahulu,” ucapnya.
Diketahui, Setya Novanto bebas bersyarat setelah Mahkamah Agung (MA) mengabulkan peninjauan kembali (PK) yang diajukannya.
Dalam putusan PK Nomor 32/PK/Pid.sus/2020 tertanggal 4 Juni 2025, MA mengurangi vonis dari 15 tahun menjadi 12,5 tahun penjara, dengan denda Rp500 juta subsidair 6 bulan penjara, serta kewajiban membayar uang pengganti Rp49,05 miliar subsidair 2 tahun penjara.
Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Ditjen Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, mengatakan, Setnov telah melunasi denda Rp500 juta dan menyelesaikan pembayaran uang pengganti Rp43,7 miliar. Sisa kewajiban Rp5,3 miliar diselesaikan melalui pidana subsidair 2 bulan 15 hari, sesuai ketetapan KPK.
