Suaranusantara.com – Presiden Kelima RI sekaligus Ketua Umum DPP PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, memulai kunjungan kerja selama sepekan ke Uni Emirat Arab (UEA) sejak 1 Februari 2026.
Kunjungan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan membawa misi diplomasi nilai tentang persaudaraan manusia dan peran perempuan dalam kepemimpinan dunia.
Megawati dijadwalkan menghadiri rangkaian kegiatan Zayed Award for Human Fraternity (ZAHF) di Abu Dhabi, sebuah penghargaan internasional yang lahir dari semangat Dokumen Persaudaraan Manusia yang ditandatangani Paus Fransiskus dan Imam Besar Al-Azhar Ahmed Al-Tayeb pada 2019. Dalam forum inilah, Megawati akan terlibat dalam Zayed Award 2026 Annual Ceremony, Guest of Honour Gala Dinner, hingga Zayed Award Roundtable Meeting.
Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto menyebut Megawati didampingi putranya, M. Prananda Prabowo, serta sejumlah pengurus partai seperti Ahmad Basarah, Andi Widjayanto, dan Zuhairi Misrawi yang telah lebih dahulu berada di Abu Dhabi.
Kehadiran Megawati di ZAHF memiliki jejak historis tersendiri. Pada 2024, ia menjadi salah satu juri penghargaan tersebut dan mengikuti rapat dewan juri di Vatikan. Dalam proses itu, Megawati turut memperjuangkan Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah hingga akhirnya diakui sebagai pemenang kategori organisasi masyarakat sipil.
Selain agenda penghargaan, Megawati juga akan berbicara dalam International Human Fraternity Majlis dengan topik kepemimpinan perempuan. Ia akan berbagi panggung dengan sejumlah tokoh perempuan dunia, di antaranya Ibu Negara Lebanon Nehmat Aoun, Ibu Negara Pakistan Aseefa Bhutto Zardari, serta Ibu Negara Kolombia Veronica Alcocer Garcia.
Tak kalah penting, Megawati dijadwalkan bertemu langsung dengan Putra Mahkota Abu Dhabi, Sheikh Khaled Bin Mohamed Bin Zayed Al Nahyan. Pertemuan ini menjadi kelanjutan komunikasi yang telah terjalin sebelumnya pada 2025.
Melalui kunjungan ini, Megawati tidak hanya hadir sebagai tokoh politik nasional, tetapi juga membawa wajah Indonesia dalam percakapan global tentang toleransi, kemanusiaan, dan kepemimpinan perempuan di tingkat internasional.
