SuaraNusantara.com – Menkumham Yasonna H Laoly menegaskan bahwa politik kebangsaan Indonesia berlawanan arah dengan politik identitas yang tak sesuai dengan nilai Pancasila, Sabtu (22/10/22)
Hal itu disampaikan Yasonna Laoly saat menghadiri Konsultasi Nasional (Konas) XV Forum Komunikasi Pria Kaum Bapak Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (FK PKB PGI), Kamis (20/10/2022).
Kata Yasonna Laoly, politik identitas mengedepankan egoisme sektoral, kelompok, dan partikularistik yang dapat mengancam persatuan dan kesatuan NKRI.
”Sedangkan esensi politik kebangsaan seharusnya politik kebhinekaan yang didalamnya terikat keragaman tapi untuk kesatuan” Tambahnya
Lebih lanjut, melihat kondisi politik kebangsaan hari ini, Ketua DPP PDI Perjuangan itu mengatakan bahwa Indonesia tengah menghadapi tantangan secara internal dan eksternal,” imbuhnya.
Yasonna Laoly pun menjelaskan tantangan tersebut. Katanya, tantangan internal, berkaitan dengan kultur hukum dan politik serta kultur dan etika politik yang belum memadai untuk mengimplementasikan nilai-nilai dasar Pancasila.
”Selain itu, juga terkait dengan melemahnya rasa nasionalisme dan nilai-nilai seperti kerukunan dan gotong royong, serta potensi berkembangnya regulasi-regulasi dan kebijakan-kebijakan di daerah yang bertentangan dengan nilai-nilai dasar Pancasila dan prinsip Bhinneka Tunggal Ika” Tegasnya
“Sedangkan tantangan politik kebangsaan secara eksternal meliputi masuknya paham radikalisme dan fundamentalisme, globalisasi dan berkembangnya dampak negatif teknologi informasi, serta pengaruh paham neo-liberalisme, kapitalisme, dan bentuk-bentuk imperialisme ekonomi baru,” paparnya.
Diakhir, Yasonna Laoly megajak FK PKB PGI untuk turut berperan sebagai garda terdepan di dalam menjaga persatuan dan kesatuan serta merawat kebhinekaan. Termasuk ikut serta mendidik anak-anak bangsa agar memiliki rasa nasionalisme, patriotisme, toleransi dan kepribadian nasional yang bersumber dari nilai-nilai dasar Pancasila. Harapnya (Ifn)
