Suaranusantara.com – Menurut hasil survei terakhir yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indikator Politik Indonesia, calon presiden Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo mengalami persaingan ketat dalam elektabilitas mereka.
Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia, Burhanudin Muhtadi, menyatakan bahwa elektabilitas keduanya hanya berselisih sangat tipis dalam 34 simulasi nama semi terbuka yang dilakukan.
Hasil dari simulasi tersebut menunjukkan bahwa Prabowo memiliki elektabilitas sebesar 31,6 persen, unggul hanya 0,2 persen dari Ganjar Pranowo.
Sementara itu, Anies Baswedan berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 17,6 persen, dan Ridwan Kamil berada di posisi keempat dengan 4,0 persen. Nama-nama lainnya mendapatkan dukungan kurang dari 2 persen, dan sekitar 8,3 persen responden belum menentukan pilihannya.
Survei ini dilakukan oleh Indikator Politik Indonesia pada 20-24 Juni 2023 dengan mewawancarai 1.220 orang yang berusia 17 tahun atau lebih dan memiliki hak pilih. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode acak bertingkat atau multistage random sampling.
Indikator Politik Indonesia juga mengklaim bahwa survei ini memiliki tingkat kepercayaan mencapai 95 persen dengan margin of error sekitar 2,9 persen. Dalam simulasi dengan 19 nama, elektabilitas Prabowo meningkat menjadi 33,4 persen, sedangkan Ganjar cenderung stagnan dengan elektabilitas 31,5 persen.
Namun, elektabilitas Anies Baswedan justru menurun menjadi 17,4 persen.
Pada simulasi dengan 10 nama tertutup, Ganjar berhasil menipiskan ketertinggalannya. Elektabilitasnya mencapai 32,8 persen, tetapi masih kalah dari Prabowo yang memiliki elektabilitas 33,5 persen. Anies Baswedan tetap berada di posisi ketiga dengan elektabilitas 17,8 persen.
Hasil dari survei ini memberikan gambaran persaingan ketat antara Prabowo Subianto dan Ganjar Pranowo dalam bursa calon presiden jelang pemilihan presiden 2024.
Masyarakat akan terus mengamati perkembangan politik dan kampanye dari kedua calon ini menjelang pemilihan yang akan datang.(Dn)
