SuaraNusantara.com – Ketua DPP PDIP, Djarot Saiful Hidayat, menegaskan bahwa kunjungan Cawapres nomor urut 2, Gibran Rakabuming Raka, ke Tapanuli, Sumatera Utara (Sumut), tidak akan menggerus basis suara PDIP. Menurutnya, Tapanuli Raya merupakan kandang banteng yang militan dan setia pada nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.
“Tapanuli Raya adalah kandang banteng yang militan dan sudah sangat teruji kesetiaannya untuk selalu tegak lurus pada nilai-nilai Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, punya budi nurani dan akal sehat serta menjunjung tinggi toleransi,” kata Djarot kepada wartawan.
Djarot juga menyoroti kesadaran politik warga Tapanuli yang aktif dalam memantau dinamika politik nasional, terutama terkait diberhentikannya Anwar Usman dari Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) karena pelanggaran terkait uji materi usia capres-cawapres.
Baca Juga: 9 Cara yang Perlu Diberitahu ke Anak Jika Ingin Berwisata di Pantai
“Rakyat Tapanuli, saya kira, juga sangat aktif mencermati dinamika perpolitikan nasional, baik melalui media mainstream maupun media sosial,” tambahnya, merujuk pada pemantauan warga terhadap situasi politik terkini.
Djarot menilai relawan di Tapanuli semakin militan dalam mendukung pasangan Ganjar Prabowo-Mahfud Md, yakin bahwa kemenangan mereka pada tahun 2024 akan melampaui pencapaian pada Pilpres 2019.
Gibran: Silaturahmi di Basis PDIP, Bukan Memecah Suara
Sementara itu, Cawapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM), Gibran Rakabuming Raka, menjelaskan bahwa kunjungannya ke Tapanuli bukan untuk memecah suara di basis PDIP. Setelah berjumpa dengan tokoh masyarakat dan agama di Dolok Sanggul, Humbang Hasundutan, Gibran menyatakan bahwa tujuannya semata-mata untuk bersilaturahmi dengan warga.
Baca Juga:Beredar Kabar Samsung Akan Luncurkan Galaxy S24 Ultra, Begini Bocorannya
“Ini bukan masalah memecah suara atau gimana,” ungkap Gibran, menegaskan bahwa kunjungannya semata untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan warga setempat.
Gibran menegaskan bahwa fokusnya saat berkunjung ke basis PDIP di Sumut adalah menjalin silaturahmi yang bersifat positif, tanpa ada agenda lain yang ingin diusung dalam kunjungan tersebut. (Alief)
