Anies Baswedan: Indonesia Harus Jadi Negara Inklusif, Bukan Negara Ekstraktif

Anies Baswedan (Instagram/@aniesbaswedan)

Suaranusantara.com – Anies Baswedan, salah satu calon presiden di Pilpres 2023, mengungkapkan rencana dan kegelisahannya tentang Indonesia saat ini.

Dia berbicara di depan para peserta ‘Konferensi Orang Muda Pulihkan Indonesia’ yang diselenggarakan oleh WALHI di Balai Kartini, Jakarta, Sabtu (25/11/2023). Acara ini seharusnya dihadiri oleh tiga capres, namun hanya Anies yang hadir.

Anies menyampaikan presentasinya yang bertema ‘Memulihkan Demokrasi, Melindungi Ekologi, Menghadirkan Keadilan’.

Dia mengambil inspirasi dari buku ‘Mengapa Negara Gagal’ karya Daron Acemoglu dan James Robinson. Dalam buku tersebut, dibedakan antara negara inklusif dan negara ekstraktif.

Negara inklusif adalah negara yang demokratis, partisipatif, dan berkeadilan. Negara ekstraktif adalah negara yang oligarkis, korup, dan menindas.

Anies mengatakan bahwa Indonesia saat ini cenderung menjadi negara ekstraktif.

Hal ini terlihat dari adanya kriminalisasi terhadap pihak-pihak yang kritis, penyalahgunaan kekuasaan, dan ketimpangan ekonomi. Anies ingin mengubah hal ini dengan menerapkan tiga pilar pembangunan lestari. Tiga pilar tersebut adalah:

  • Ekologi berkeadilan. Anies ingin memprioritaskan perlindungan lingkungan dan kesejahteraan masyarakat dalam setiap kebijakan pembangunan. Dia ingin menghentikan praktik-praktik yang merusak ekosistem dan mengabaikan hak-hak masyarakat.
  • Penegakan hukum. Anies ingin menjaga Indonesia sebagai negara hukum, bukan negara kekuasaan. Dia ingin menegakkan aturan hukum secara adil dan tidak diskriminatif. Dia ingin melindungi kebebasan berpendapat dan berekspresi dari ancaman kriminalisasi.
  • Pemerataan ekonomi. Anies ingin mengubah fokus pembangunan dari sekadar pertumbuhan ekonomi menjadi pertumbuhan plus pemerataan ekonomi dan kelestarian. Dia ingin menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kualitas pendidikan, dan memberdayakan sektor-sektor produktif.

Anies berharap bahwa dengan menerapkan tiga pilar tersebut, Indonesia bisa menjadi negara inklusif yang maju, demokratis, dan sejahtera.

Exit mobile version