SuaraNusantara.com – Ganjar Pranowo dan Cak Imin secara terpisah mengeluarkan kritik terhadap rencana Prabowo Subianto yang ingin mengimpor 1,5 juta ekor sapi untuk mendukung program susu gratisnya.
Ganjar menyoroti pentingnya kemandirian ekonomi dalam pembiakan hewan ternak, sementara Cak Imin menekankan bahwa program impor ini hanya akan menguntungkan para importir, bukan memperbaiki masalah gizi dan pangan secara menyeluruh.
Ganjar menegaskan bahwa fokus pemerintah seharusnya adalah memperkuat politik pangan dalam negeri, bukan bergantung pada impor hewan ternak. Dia meragukan apakah rencana impor yang diungkapkan oleh Prabowo itu hanya sebatas cita-cita belaka.
Baca Juga: Catat, Ini Jenis Perawatan Gigi yang Ditanggung BPJS Kesehatan Tahun 2024
Sementara itu, Cak Imin menyoroti bahwa susu bukanlah satu-satunya sumber protein yang dibutuhkan, dan menyatakan tingginya tingkat ketidaksukaan serta alergi masyarakat Indonesia terhadap susu. Menurutnya, ada beragam cara untuk memenuhi kebutuhan protein dan gizi anak-anak Indonesia, termasuk melalui konsep agromaritim yang mengintegrasikan pertanian, peternakan, dan perikanan.
Sebelumnya, Prabowo Subianto mengungkapkan rencana impor sapi untuk mendukung program susu gratis bagi 82 juta anak Indonesia. Namun, menurut Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Drajat Wibowo, impor sapi dari India yang disebutkan Prabowo hanya sebagai contoh, mengingat jenis sapi perah yang lebih cocok untuk daerah tropis seperti Indonesia. (Alief)
