Suaranusantara.com- PKS tanggapi soal elektabilitas Kaesang Pangarep yang jeblok di Jakarta dalam sebuah survei yang dirilis Litbang Kompas.
Diketahui Kaesang memperoleh elektabilitas yang cuma satu persen di Jakarta dalam survei Litbang Kompas itu.
PKS mengatakan dengan melihay survei tersebut maka terbukti rakyat Jakarta tak mau dipimpin oleh Kaesang.
“Kalau melihat hasil survei sementara ini memang demikian (masyarakat Jakarta tak ingin dipimpin Kaesang),” ucap politikus senior PKS Muhammad Taufik Zoelkifli saat dikonfirmasi, Jumat 19 Juli 2024.
Adapun dalam survei Litbang Kompas, elektabilitas Anies tercatat unggul menempati posisi teratas dengan memperoleh 29,8 persen.
Kemudian di urutan kedua ditempati oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dengan memperoleh elektabilitas sebanyak 20 persen.
Dan di urutan ketiga ada mantan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang memperoleh sebanyak 8,5 persen.
Kendati demikian, Taufik mengakui bahwa survei tersebut bisa berubah karena politik itu dinamis.
Namun dia tak yakin Kaesang bakal cepat meningkat untuk naik mengungguli Anies dan Ridwan Kamil hanya dalam waktu singkat.
Terlebih pendaftaran Pilkada Serentak 2024 akan dibuka pada 27 Agustus mendatang.
“Mungkin hasil survei ini bisa saja berubah, namanya juga politik. Cuma kemudian kalau dua bulan seperti ini agak sulit ya mengubah secara drastis, mengubah satu persen menjadi pemenang untuk Jakarta,” tuturnya.
Tapi jika Kaesang ingin tetap maju di Pilkada Serentak 2024, Taufik menyarankan untuk ke Jawa Tengah sebab di sana elektabilitas putra bungsus Presiden RI Joko Widodo atau Jokowi itu tinggi.
Dalam survei Litbang Kompas, Kaesang diketahui mendapat perolehan elektabilitas tujuh persen mengungguli nama kandidat lainnya.
“Itu lebih realistis, lebih masuk akal. Di Jateng Kaesang sudah punya modal hasil survei dengan elektabilitas cukup tinggi,” kata dia.
*
