Penetapan Hasto Kristiyanto sebagai Tersangka oleh KPK: Dugaan dan Dampaknya pada PDIP

Penetapan Hasto Kristiyanto sebagai Tersangka oleh KPK: Dugaan dan Dampaknya pada PDIP

Penetapan Hasto Kristiyanto sebagai Tersangka oleh KPK: Dugaan dan Dampaknya pada PDIP (Foto:Youtube)

Suaranusantara.com – Penetapan Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto, sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memunculkan spekulasi bahwa partai berlambang banteng ini sedang “diacak-acak.”

Kasus yang menyeret Hasto terkait dengan buron Harun Masiku, sosok yang telah hilang selama lima tahun. Namun, pertanyaan yang mengemuka adalah: mengapa baru sekarang Hasto ditetapkan sebagai tersangka?

KPK mengklaim bahwa mereka baru menemukan bukti kuat untuk meningkatkan status hukum Hasto. Namun, meski telah menyandang status tersangka, Hasto belum ditahan. Menurut KPK, langkah ini dilakukan untuk memperkuat alat bukti yang ada.

Dampak pada Internal PDIP

Pengamat politik Dedi Kurnia Syah menyebut penetapan status tersangka terhadap Hasto menjadi titik penting bagi PDIP untuk mempertimbangkan penggantian posisi Sekjen, setidaknya dengan menunjuk pelaksana tugas (Plt) agar roda organisasi tetap berjalan.

“Status tersangka Hasto jelas menjadi pertimbangan pergantian Sekjen atau setidaknya pelaksana tugas, mengingat organisasi tetap perlu berjalan,” ujar Dedi (25/12/2024).

Menurutnya, PDIP memiliki banyak kader potensial untuk menggantikan Hasto. Nama-nama seperti Ahmad Basarah, Deddy Sitorus, dan Yasonna Laoly disebut sebagai kandidat mumpuni.

Tidak Ada Potensi Perpecahan

Meskipun demikian, Dedi memastikan tidak ada potensi perpecahan di tubuh PDIP selama Megawati Soekarnoputri masih memimpin. Karisma dan kepemimpinan Megawati menjadi perekat kuat di antara para kader.

“Selama Megawati masih memimpin, potensi perpecahan itu kecil mengemuka. Terlebih, tokoh PDIP dengan kapasitas Sekjen juga cukup banyak,” katanya.

Dedi juga menyoroti perbedaan karakter antara Puan Maharani dan Prananda Prabowo di dalam PDIP. Puan cenderung mendukung pemerintah, sedangkan Prananda lebih konsisten dengan garis politik Megawati. Namun, situasi ini belum menunjukkan adanya persaingan langsung di antara keduanya.

Arah Politik PDIP

Terkait arah politik PDIP ke depan, Dedi memprediksi partai ini akan mengambil jalur oposisi. Karakter PDIP yang dikenal tidak mudah menyerah dan tangguh dalam situasi sulit menjadi landasan bagi strategi ini.

“PDIP memiliki karakter kuat untuk bertarung meski tidak berada di barisan penguasa,” tambah Dedi.

Penetapan Hasto sebagai tersangka menjadi ujian penting bagi PDIP menjelang Pemilu 2024. Bagaimana partai ini mengelola isu tersebut akan sangat menentukan posisinya dalam konstelasi politik nasional.

Sementara itu, langkah KPK juga akan terus menjadi sorotan publik, terutama terkait penyelesaian kasus Harun Masiku yang hingga kini belum tuntas.

Exit mobile version