Suaranusantara.com- Vivo akhirnya resmi memperkenalkan smartphone lipat terbarunya, Vivo X Fold 6, ke pasar global. Namun, kehadiran ponsel ini langsung menyita perhatian bukan hanya karena kecanggihannya, melainkan karena banderol harganya yang siap menyaingi rival sekelas Oppo dan Honor.
Untuk varian paling dasar dengan RAM 12GB dan penyimpanan 256GB, Vivo mematok harga fantastis mulai dari 9.999 yuan atau setara Rp23 juta.
Kenaikan ini bukanlah angka yang kecil, Vivo memangkas tarif hingga 3.000 yuan (sekitar Rp7 juta) dari X Fold 5, sebuah lonjakan rata-rata hampir 40% di setiap lini. Keputusan berani ini merupakan pertaruhan besar Vivo di tengah badai inflasi dan persaingan berdarah melawan Oppo serta Honor di segmen ponsel lipat. Kendati demikian, langkah ini sekaligus memicu spekulasi apakah pasar akan menerima banderol selangit tersebut.
Vivo memastikan bahwa lonjakan harga X Fold 6 sebanding dengan peningkatan spesifikasi yang ditawarkan. Ponsel lipat terbaru ini membawa pembaruan signifikan, terutama pada bagian mesin dengan hadirnya Dimensity 9500 Super Edition.
Chipset kustom MediaTek yang dikembangkan bersama Vivo selama dua tahun ini diklaim mampu meningkatkan kecepatan tugas NPU hingga 111 persen dibandingkan versi standar.
Kendati demikian, pilihan Vivo untuk tetap menggunakan MediaTek menjadi pembeda yang jelas, mengingat rival sekelas Oppo dan Honor umumnya mengandalkan chipset Snapdragon.
Penerapan kenaikan harga secara merata di seluruh varian mengonfirmasi ambisi besar Vivo. Mereka tidak lagi bermain di kelas premium biasa, melainkan langsung melompat ke segmen ultra-premium.
Langkah ini secara efektif menempatkan X Fold 6 sejajar dengan Oppo Find N6 dan mulai mengintip posisi Samsung Galaxy Z Fold 7, sekaligus menegaskan keseriusan Vivo untuk mengimbangi dominasi Oppo maupun Honor di papan atas.
Resminya Vivo X Fold 6 membawa pesan kuat bahwa Vivo tidak main-main di kelas ultra-premium. Berbekal kamera 200MP besutan Zeiss, baterai jumbo 6.900mAh, serta chipset kustom, ponsel ini menawarkan paket spesifikasi yang sulit ditandingi rival. Namun, pertaruhan harga yang melonjak 40% ini jelas bukan tanpa risiko.
Di tengah kondisi ekonomi yang menantang, konsumen kini dihadapkan pada pilihan rumit, memboyong Oppo Find N6, melirik Honor, atau menabung untuk Galaxy Z Fold 7 yang menjanjikan ekosistem lebih matang.
Bagi fanatik Vivo dan pemburu fotografi ponsel dengan daya tahan baterai badak, X Fold 6 adalah primadona baru. Akan tetapi, bagi mereka yang mengutamakan kompatibilitas global dan jaminan dukungan jangka panjang, dominasi Samsung mungkin masih menjadi tembok tebal yang sulit ditembus Vivo.
