Suaranusantara.com- Samsung diberitakan akan mengambil langkah ekstrem demi mendongkrak performa ponsel kelas menengah terbarunya, Samsung Galaxy A18 5G.
Alih-alih mempertahankan chipset Exynos besutan sendiri, raksasa teknologi asal Korea Selatan ini dikabarkan siap putar haluan dan mempercayakan sektor dapur pacunya kepada Qualcomm Snapdragon.
formula berbeda tetap dipertahankan Samsung untuk varian standarnya. Galaxy A18 versi 4G dikabarkan akan setia menggunakan chipset MediaTek. Keputusan ini memperpanjang tradisi yang sudah diterapkan pada suksesor terdahulunya, Galaxy A16 4G dan Galaxy A17 4G, yang juga kompak mengandalkan prosesor ramah kantong besutan MediaTek.
Keputusan beralih ke Qualcomm menjadi salah satu rumor paling mengejutkan di jagat teknologi saat ini. Wajar saja, Samsung punya rekam jejak yang sangat konsisten dalam mempertahankan prosesor Exynos untuk mendongkrak performa ponsel kelas menengah 5G mereka dalam beberapa generasi terakhir. Patahnya tradisi ini membuat kehadiran Galaxy A18 5G jauh lebih diantisipasi oleh para pencinta gadget.
motif Samsung mencopot Exynos ternyata bukan sekadar demi mendongkrak kecepatan perangkat. Sejumlah laporan mengindikasikan bahwa alasan utamanya justru berakar pada strategi finansial.
Penggunaan prosesor besutan Qualcomm dinilai jauh lebih ekonomis dalam hal ongkos produksi, memungkinkan Samsung menekan biaya manufaktur Galaxy A18 5G secara lebih efisien.
Untuk mengawali langkah barunya ini, Samsung dilaporkan bakal mengambil ancang-ancang yang terukur dengan mematok target produksi awal di kisaran 100.000 unit per bulan.
Kendati demikian, volume manufaktur ini dipastikan bersifat fleksibel; raksasa teknologi tersebut siap menggenjot kapasitas produksinya secara bertahap begitu keran permintaan dari berbagai negara mulai membanjir.
varian Galaxy A18 5G diprediksi baru akan naik meja produksi beberapa bulan setelah model 4G-nya terlebih dahulu diproduksi. Sayangnya, bagi konsumen yang sudah tidak sabar, Samsung masih menutup rapat keran informasi terkait tanggal peluncuran global maupun negara mana saja yang bakal berkesempatan mencicipi ponsel Snapdragon ini untuk pertama kali.
Beralih ke sektor ketahanan daya, Samsung tampaknya enggan berkompromi. Ponsel ini diprediksi masih akan mempertahankan baterai berkapasitas jumbo 5.000 mAh. Berbekal daya sebesar itu, Galaxy A18 5G dijanjikan siap menyokong mobilitas harian pengguna dengan prima, memangkas kekhawatiran harus bolak-balik mencari colokan atau membawa power bank.
Menyertai baterai jumbonya, fitur pengisian daya cepat (fast charging) 25W besar kemungkinan akan kembali hadir. Walaupun kecepatan ini terasa moderat jika disandingkan dengan para kompetitor di kelas yang sama, teknologi tersebut dirasa masih sangat mumpuni untuk memangkas waktu tunggu pengisian daya dibanding menggunakan adaptor standar.
Keunggulan lain yang diperkirakan tetap dibawa Samsung adalah sertifikasi IP54 untuk perlindungan dari debu dan cipratan air. Fitur ketahanan ini memberi nilai tambah yang signifikan bagi Galaxy A18, sebab belum banyak smartphone di kelas harga yang sama menawarkan proteksi fisik serupa.
Jika seluruh rangkaian spekulasi ini akurat, Galaxy A18 5G dipastikan bakal menjelma sebagai kandidat kuat di pasar mid-range. Kombinasi antara efisiensi mesin Qualcomm baru, jaminan pembaruan software khas Samsung yang panjang, panel layar AMOLED yang memanjakan mata, serta sokongan baterai masif, membuatnya menjadi paket lengkap yang sulit ditolak oleh konsumen pemburu performa optimal.
