Hati-hati Modus Penipuan Baru, Gunakan Teknologi AI Ciptakan Suara Palsu

modus penipuan baru, suara palsu dengan teknologi AI (ilustrasi freepik)

modus penipuan baru, suara palsu dengan teknologi AI (ilustrasi freepik)

SuaraNusantara.com – AI (Artificial Intelligence) atau kecerdasan buatan adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan kemampuan mesin atau komputer untuk meniru atau menirukan kecerdasan manusia dalam berbagai aktivitas, seperti pengenalan suara, pengenalan wajah, pengambilan keputusan, belajar dari pengalaman, dan bahkan berpikir kreatif.

AI melibatkan penggunaan algoritma dan teknologi komputer untuk menciptakan sistem yang dapat belajar dan mengambil keputusan secara mandiri, tanpa bantuan manusia.

Meski AI banyak digunakan untuk membantu pekerjaan manusia, namun banyak oknum jahat yang menyalahgunakan teknologi tersebut untuk meraup keuntungan.

Belum lama ini viral sebuah pemberitaan mengenai sebuah keluarga di Kanada kehilangan ribuan Dolar akibat penipu yang memanfaatkan teknologi kloning suara.

Dengan teknologi AI berbekal rekaman beberapa detik suara seseorang dapat dengan mudah mengkloning suara seseorang untuk kepentingan pribadi.

Kloning suara memanfaatkan teknologi AI dan alat spech to text dapat membuat tiruan suara yang sempurna dari suara seseorang untuk melancarkan aksi penipuan.

Kejadian tersebut bukan kali pertama, kejadian yang sama pernah terjadi pada Juli 2019 silam.

Kasus tersebut ditemukan oleh perusahaan keamanan siber asal Amerika Serikat, Symantec.

Symantec berhasil menemukan tiga kasus berbasis suara palsu dari berbagai CEO dengan mengirimkan pesan Audio meminta bagian keuangan perusahaan mengirimkan sejumlah uang.

“Video perusahaan, panggilan suara, penampilan di media, konferensi pers, persentasi. Semua itu berguna bagi pemalsu yang ingin membangun model suara seseorang” ungkap chief Teknologi Officer (CTO) Symantec Hugh Thompson dalam keterangan persnya.

Kemajuan teknologi yang seharusnya dapat membantu pekerjaan manusia menjadi kebih ringan, namun menjadi momok menakutkan bagi sebagian orang yang memanfaatkan teknologi tersebut untuk kejahatan dan meraup keuntungan pribadi. (Alief)

Exit mobile version