Suaranusantara.com- Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, melakukan kunjungan kerja ke Kota Solo dan Yogyakarta untuk membahas permasalahan pengelolaan sampah. Dalam lawatan ini, ia bertemu Wali Kota Surakarta Respati Ardi dan Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian agenda Eddy Soeparno memfasilitasi pemerintah daerah yang menghadapi persoalan sampah. Sebelumnya, ia telah melakukan pertemuan serupa dengan sejumlah kepala daerah seperti Wali Kota Bandung Muhammad Farhan, Wali Kota Bogor Dedie Rahim, dan Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie, serta meninjau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) Benowo di Surabaya.
Di Solo, Eddy meninjau langsung PLTSa Putri Cempo dan disambut oleh Wali Kota Surakarta bersama jajaran direksi PLTSa dan PLN UID Jateng–DIY. Setelah itu, ia melanjutkan pertemuan dengan Wali Kota Yogyakarta di rumah dinas.
Eddy menilai potensi krisis sampah di kota-kota besar, termasuk Solo dan Yogyakarta, perlu segera diatasi. Ia menekankan, sebagai destinasi wisata internasional dengan warisan budaya yang kaya, kedua kota ini memerlukan solusi cepat dan efektif untuk menghindari dampak buruk terhadap lingkungan dan sektor pariwisata.
“Saat ini kita menghadapi potensi krisis sampah yang terjadi di kota-kota besar dan harus segera diatasi. Apalagi Solo dan Yogyakarta adalah destinasi wisata internasional dan kota yang kaya dengan peninggalan warisan budaya. Tentu permasalahan sampah ini harus dicarikan solusinya segera,”
“Karena itu kehadiran kami tentu untuk memberikan dukungan sekaligus memfasilitasi pemerintah daerah mengatasi masalah sampah. Karena mengatasi krisis sampah adalah kerja kolaborasi pemerintah daerah, pemerintah pusat, BUMN dan bahkan juga swasta,” lanjutnya.
Doktor Ilmu Politik UI ini menjelaskan, pertemuan dengan Walikota Yogyakarta dan Solo ini merupakan arahan dari Menko Pangan Zulkifli Hasan yang menekankan pentingnya penanganan sampah secara cepat dan tanpa proses yang rumit karena kondisinya yang sudah akut.
Kepada Walikota Solo dan Yogyakarta, Eddy juga sampaikan bahwa saat ini dirinya ikut membantu Menko Pangan dalam merevisi Peraturan Presiden (Perpres) tentang penanganan sampah, termasuk dengan kementerian dan lembaga terkait
“Alhamdulillah dalam rangkaian pertemuan ini kami mendapatkan masukan dari Walikota Solo maupun dari Walikota Yogyakarta mengenai masalah sampah yang dihadapi pemda serta aspirasi agar kebijakan penanganan sampah ini tepat sasaran. Aspirasi dan masukan ini menjadi bahan penting dalam penyempurnaan revisi Perpres sampah yang saat ini sedang berjalan,” ungkap Wakil Ketua Umum PAN ini.
Eddy menjelaskan, MPR sebagai rumah kolaborasi berkomitmen untuk mempercepat dan mempermudah pemda mengatasi masalah sampah diantaranya dengan teknologi Waste to Energi (WTE).
“Kenapa teknologi waste to energy? Karena pendekatan ini bisa memberikan dua manfaat sekaligus, yang pertama adalah mengurangi secara signifikan tumpukan sampah yang tidak bisa ditampung di TPA dan menghasilkan sumber energi terbarukan. Saat ini yang sudah berjalan antara lain di PLTSa Benowo Surabaya dan PLTSa Putri Cempo Solo,”
“Setelah dari Bandung, Tangsel, Solo dan Yogyakarta ini kami berkomitmen terus membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah lainnya untuk membantu, mempercepat dan mempermudah dalam upaya mengatasi masalah sampah,” tutupnya.
