Suaranusantara.com- Presiden Prabowo Subianto benar-benar berkomitmen ingin mewujudkan pendidikan negeri gratis baik itu tingkat SD, SMP, SMA hingga perguruan tinggi negeri (PTN). Sebab, Kepala Negara telah membentuk tim khusus yang di mana Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Pratikno ditunjuk jadi ketua.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. Brian menyebutkan, tim tersebut ditugaskan untuk mengkaji wacana pendidikan negeri gratis, baik dari segi tahapan pelaksanananya serta kebutuhan anggarannya.
“Programnya kan Pak Presiden memberikan arahan bagaimana supaya pendidikan tinggi itu gratis untuk PTN, tapi kan tentu butuh waktu, kita butuh juga menganalisis ruang fiskal dan sebagainya begitu ya,” ujar Brian di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu 23 September 2026.
Selain Menko Pratikno, Prabowo juga meminta Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi untuk menganalisa anggaran dan tahapan pendidikan negeri gratis.
“Jadi tahapan-tahapan ini yang kami diminta untuk menganalisis. Pak Presiden juga sudah membentuk tim khusus ya dipimpin Pak Menko, nanti ada sama Pak Mensesneg juga untuk menganalisis angka-angka dan tahapan-tahapan,” ujar dia.
Brian berujar, rencana pendidikan gratis ini akan turut menyasar perguruan tinggi negeri badan hukum (PTN-BH). Hanya saja, Brian belum bisa membeberkan berapa hitung-hitungan anggaran yang akan dikeluarkan pemerintah untuk menggratiskan pendidikan.
“Nanti mengikuti semuanya. Ini no issue sih, enggak ada masalah itu. Itu kan PTN-BH itu kan tidak ada kaitannya dengan pendanaan. Dia itu kan kaitannya dengan tata kelola keuangan gitu lho. Jadi sumber dananya dari mana, itu yang sedang kita bahas gitu, bukan tata kelola keuangan yang kita bahas,” kata dia.
Prabowo diketahui pada Rabu menggelar rapat terbatas (ratas) guna membahas soal pendidikan gratis.
Ratas ini digelar sebagai tindak lanjut dari komitmen Presiden Prabowo untuk memperluas akses pendidikan yang layak dan setara bagi seluruh anak bangsa.
Sebelumnya, Prabowo telah menyampaikan bahwa pendidikan negeri mulai dari SD hingga perguruan tinggi harus dapat dijangkau secara luas oleh masyarakat tanpa beban biaya.
“Saya sangat setuju. Saya akan segera mengadakan ratas, pokoknya biaya pendidikan negeri harus gratis. Biaya pendidikan negeri SD, SMP, SMA, universitas negeri harus gratis,” ucap Prabowo saat berpidato di HUT ke 28 PAN yang berlangsung di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Jumat 18 September 2026.
Pemerintah juga telah menyampaikan sejumlah langkah yang menjadi bagian dari agenda tersebut, antara lain upaya menggratiskan sekolah negeri, memperbaiki fasilitas pendidikan yang rusak, serta meningkatkan kesejahteraan dan gaji guru.
Prabowo mengatakan anggaran yang digunakan untuk menggratiskan biaya pendidikan yakni berasal dari dana yang dikorupsi atau dicuri.
Dana yang dicuri itu merupakan uang rakyat dan harus kembali ke rakyat, salah satunya untuk menggratiskan biaya pendidikan.
“Nanti, nanti, nanti akan nanti akan ada yang bertanya. ‘Dari mana uangnya?’ Uangnya yang dikorupsi, yang dinyolong, yang dicuri,” tuturnya.
