Densus 88 Jaga Kontrakan Eka, Anak Polisi yang Bakar Mapolres Dharmasraya

Kebakaran di Polres Dharmasraya. (Foto: Liputan6/Muhammad Ali)

Padang-SuaraNusantara

Hingga Senin (13/11/2017) malam, personil Detasemen Khusus (Densus) 88 menjaga ketat kontrakan Eka Fitria Akbar, satu dari dua terduga pelaku pembakaran Mapolres Dharmasraya yang berlokasi di Jalan Lintas Sumatera KM 200, Gunung Medan, Sumatera Barat.

Keterlibatan Eka mengejutkan banyak pihak lantaran pemuda 24 tahun yang sudah berkeluarga itu merupakan anak dari Kanit Reskrim Polsek Plepat, Polres Muaro Bungo Polda Jambi bernama Iptu Muhammad Nur.

Meski berasal dari keluarga tergolong mapan, namun sejak kecil Eka dikenal sebagai anak yang mandiri dan selalu bersikap sopan. Sebagai anak perwira menengah kepolisian, Eka tidak malu mencari nafkah dengan berjualan es tebu di sebuah persimpangan di Kota Muara Bungo, ibu kota Kabupaten Bungo.

Tak heran banyak orang terkejut mendengar kabar Eka bersama rekannya yang juga dari Jambi, Enggria Sudarmadi (25), membakar Mapolres Dharmasraya pada Minggu 12 November 2017, pukul 02.45 WIB. Apalagi jarak kediaman Eka di Jambi yang berjarak dua jam perjalanan dari Mapolres Dharmasraya.

Aksi keduanya diketahui setelah petugas pemadam kebakaran, yang datang ke lokasi untuk memadamkan api, melihat dua orang berbaju hitam sedang memegang busur panah berada di sekitar markas Polres Dharmasraya.

Polisi yang mengepung keduanya ternyata mendapat serangan anak panah. Setelah tembakan peringatan tak digubris, polisi menembakkan peluru ke arah mereka hingga keduanya tewas di tempat.

“Kedua pelaku saat melakukan penyerangan menggunakan perlengkapan yang membahayakan, seperti anak panah, sangkur, dan busur,” kata Kapolres Dharmasraya AKBP Rudy Yulianto di Pulau Punjung, Minggu (12/11/2017).

Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan barang bukti berupa satu busur panah, delapan buah anak panah, tiga buah sangkur, sebilah pisau kecil, sebuah sarung tangan berwarna hitam, dan selembar kertas berisikan pesan bertuliskan, “Saudara Kalian ABU ‘Azzam Al Khorbily 21 Safar 1439 H di Bumi Allah”.

Dugaan sementara, Eka adalah bagian dari Jamaah Ansor Daulah (JAD), salah satu jaringan ISIS di Indonesia. Kelompok ini menganggap polisi adalah thogut yang harus diserang.

Proses autopsi kedua jenazah pelaku penyerangan telah rampung pada Minggu malam. Saat ini, Senin (13/11/2017), hasil autopsi tersebut diserahkan kepada Tim Densus 88 untuk ditindaklanjuti.

Kontributor: Ali

 

 

 

Exit mobile version