Bandung-SuaraNusantara
Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Drs Yusri Yunus, menjelaskan kronologi tewasnya Ketua ormas Gabungan Inisiatif Barisan Anak Siliwangi (Gibas) Kecamatan Antapani, Kota Bandung, Jejen (57 tahun), yang tewas akibat ditusuk di bagian dada kirinya.
Menurut Yusri, keributan berawal dari kedatangan Jejen bersama Deni Limbong ke rumah anggota Gibas bernama Dadan (38) di Gang Sukarasa RT 03 RW 07, Kel Antapani Kulon, Kecamatan Antapani, Kota Bandung., Jumat (8/12/2017) malam kemarin sekitar pukul 21.00 WIB.
Maksud kedatangan Jejen dan Deni ke rumah Dadan untuk membicarakan masalah pribadi. Entah apa sebabnya, pembicaraan berubah menjadi keributan di antara ketiga orang tersebut hingga mengakibatkan Jejen dan Dadan mengalami luka tusuk.
Jejen tewas ketika hendak dibawa ke rumah sakit, sementara Dadan beruntung karena nyawanya masih bisa diselamatkan. Sedangkan Deni Limbong yang diduga menjadi pelaku penusukan hingga kini masih buron.
Jasad Jejen kemudian dibawa ke RS Polri Sartika Asih Bandung. Sedangkan Dadan dilarikan ke RS Hasan Sadikin Bandung. “Belum diketahui motif keributan tersebut. Polisi Masih melakukan penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Drs Yusri Yunus, Sabtu (9/12/2017).
Polisi menyita sebilah pisau dapur yang diduga digunakan untuk menganiaya kedua kedua korban. Saat ini, terduga pelaku penusukan masih dalam pengejaran petugas.
Kontributor: Hamidah
