Tangerang – Lembaga Seni Kasidah Indonesia (LASKI) Kota Tangerang terus berupaya untuk memajukan kesenian Islam di Indonesia. Pasalnya, seiring dengan kemajuan teknologi informasi membuat kesenian Islam seperti seni marawis, hadroh, dan kasidah mulai ditinggalkan khususnya oleh generasi muda.
Selain itu, hal yang paling mendasar kesenian Islam tersebut kurang diminati lantaran seniman-seniman kasidah, marawis dan hadroh kurang mendapat ruang untuk menyalurkan dan mewariskan kesenian bernuansa Islami tersebut.
“Oleh karna itu saya dan temen temen di jajaran Laski Kota Tangerang akan kembali berupaya mengembalikan kejayaan kesenian – kesenian tersebut,” kata Ketua Umum Laski Kota Tangerang, Dedi Mahfudin seusai membuka lomba Kasidah Festival Al A’zhom, Minggu (1/9/2019)
Dedi yang juga merupakan Kepala Kemenag Kota Tangerang mengaku, salah satu upaya untuk memajukan kesenian bernuansa Islami dengan mendatangkan seniman – seniman profesional untuk berbagi ilmu dengan melatih setiap grup kasidah, hadroh dan marawis yang ada di Kota Tangerang.
“Kami akan latih, syaratnya sangatlah mudah daftarkan grup kasidahnya ke sekretariat kami yang terletak persis di depan RSUD Kabupaten Tangerang gedung bekas kantor Kementerian Agama, insya Allah kami akan berikan fasilitas tersebut secara cuma – cuma,” jelasnya.
Ia menilai, saat ini tim atau grup kasidah yang telah dibentuk oleh sebagian besar majelis taklim kurang mendapat pelatihan dari orang – orang yang benar benar berkompeten di bidang kesenian bernuansakan Islami tersebut.
“Mereka terkendala pelatih yang menguasai seni pukulan yang telah disesuaikan dengan standar penilaian Nasional, nah rencananya kami akan benahi itu semua agar nantinya kejayaan seni budaya Islami dapat terus eksis dan insya Allah bisa digunakan sebagai syiar atau dakwah di kalangan anak – anak muda,” paparnya.(aul/and)
