
Kebahagiaan terpancar dari wajah Deslina Dakhi. Malam itu, Minggu, 30 Oktober 2016, dia baru saja terpilih sebagai Putri Pariwisata Kepulauan Nias. “Saya sangat bersyukur kepada Tuhan karena terpilih sebagai Puteri Pariwisata Kepulauan Nias 2016. Saya sangat senang dan bangga bisa membawa nama Kabupaten Nias Selatan dan juga Kepulauan Nias,” ujar Deslina Dakhi kepada Pesona Nias, di kediamannya, di kawasan Jalan Sudirman Kelurahan Pasar Telukdalam.
Deslina pantas merasa bersyukur. Dia berhasil menyisihkan 13 peserta dari 4 kabupaten dan 1 kota yang ada di Kepulauan Nias, padahal persaingan berjalan sangat ketat dalam pemilihan yang digelar selama dua hari pada 29-30 Oktober 2016 di Pantai Indah Sirombu, Kabupaten Nias Barat itu
Gadis kelahiran Hilisataro, 12 Desember 1990 ini pun kemudian menceritakan perjalanannya hingga terpilih sebagai Putri Pariwisata. “Awalnya saya sebagai Ono Alawe Niha Raya diundang rapat bersama Kabid Pariwisata Kabupaten Nias Selatan Ibu Anggraeni Dakhi, Ibu Nurhayati Telaumbanua, Bapak Martiman dan staff bidang pariwisata bersama para Duta Wisata dan Duta Pesta Ya’ahowu,” tutur Deslina.
Rapat tersebut untuk menentukan siapa saja yang akan menjadi utusan dalam Pemilihan Puteri Pariwisata Kepulauan Nias. Hasil rapat kemudian memutuskan, Deslina Dakhi, Aspridayanti Hulu, dan Harianti Daeli, terpilih untuk mewakili Kabupaten Nias Selatan.
Setelah terpilih sebagai wakil Nias Selatan, lanjut Deslina, mereka bertiga diberi pembekalan, terutama pengetahuan mengenai budaya dan pariwisata Kepulauan Nias. “Sebelum hari keberangkatan, kami bertemu dengan Bapak Bupati untuk mohon izin dan restu,” katanya.
Deslina kemudian berusaha memberi penampilan terbaik dalam babak final Putri Pariwisata Kepulauan Nias 2016. Tidak ada kendala berarti selama pemilihan berlangsung, meski dia merasakan atmosfer persaingan teramat ketat terjadi di antara peserta, dan ada beberapa pertanyaan juri yang terasa sulit untuk dijawab.
“Juri bertanya bagaimana agar perbedaan dan keanekaragaman yang ada di Pulau Nias tidak menjadi faktor pemecah. Pertanyaan itu menurut saya paling susah untuk dijawab,” kenangnya.
Karena tekad tak ingin mengecewakan masyarakat Nias Selatan, Deslina berusaha menjawab pertanyaan itu sebaik mungkin. Dia menekankan pentingnya kesadaran tiap individu untuk menyadari keanekaragaman sebagai sebuah kebanggaan dan aset yang unik serta patut dilestarikan.
Juri pun akhirnya memilih mahasiswi tingkat akhir jurusan Pendidikan Bahasa Inggris di STKIP Nias Selatan, yang sedang menunggu ujian skripsi ini sebagai Putri Pariwisata Kepulauan Nias 2016. Setidaknya ada beberapa kriteria yang dinilai juri ada dalam diri anak ke-4 pasangan Daniel Taerogô Dakhi dan Rami Lature ini. Deslina dinilai memenuhi kriteria 3B (Brain, Behaviour, Beauty) dan 3A (Action, Attitude, Attention).
Sebagai Putri Pariwisata Kepulauan Nias 2016, Deslina mendapatkan mahkota dan selempang Putri Pariwisata. Selain itu dia menerima hadiah berupa uang Rp. 5 juta, ditambah hadiah uang dari Bank Sumut Nias Barat sebesar Rp. 3 juta.
Deslina merasa bersyukur mendapat dukungan penuh dari keluarga dan Pemkab Nias Selatan, bahkan ke depannya Pemkab Nias Selatan bertekad tetap membina Putri Pariwisata demi kemajuan pariwisata di Kepulauan Nias.
Dalam waktu dekat, Deslina diberi tugas untuk menjadi ikon Generasi Muda Pariwisata, dan ikut serta dalam kegiatan pariwisata seperti promosi, pengembangan, dan sebagainya.
“Tugas dan kegiatan lainnya akan dibicarakan bersama panitia, setelah penutupan Pesta Yaahowu. Yang jelas, saya merasa sangat bertanggung jawab untuk menjalankan tugas sebagai seorang Puteri Pariwisata 2016 dengan sebaik-baiknya,” ujar Deslina.
Bicara mengenai pengelolaan sektor pariwisata di Kepulauan Nias, gadis cantik yang sejak kecil bercita-cita menjadi guru bahasa Inggris ini menilai kelemahan terbesar selama ini adalah kita hanya fokus kepada promosi, tetapi masih mengabaikan kekurangan-kekurangan yang ada di setiap obyek wisata.
“Harusnya kita memperbaiki setiap kekurangan sampai ke masalah terkecil sekalipun, sehingga apa yang kita tampikan dapat memberi kesan dan rasa nyaman kepada para wisatawan,” kata Deslina yang menjadikan cinta kasih dan pengorbanan Yesus Kristus sebagai inspirasi dalam kehidupannya ini.
Dia juga menekankan pentingnya meningkatkan kemampuan, wawasan dan kreativitas SDM, terutama yang ada di sekitar lokasi obyek wisata. “Dan yang paling utama adalah pengembangan kepribadian SDM yang harus bijak agar siap ikut serta dalam pembangunan pariwisata, menjaga kelestarian obyek wisata, dan siap menerima perubahan dengan pola pikir yang positif,” katanya.
Di akhir perbincangan, Deslina berpesan kepada sesama generasi muda untuk meningkatkan kesadaran bahwa kita mampu dan daerah kita memiliki banyak potensi yang sangat indah dan unik untuk berkembang, khususnya di bidang pariwisata. “Tumbuhkan rasa cinta dan memiliki terhadap warisan leluhur. Karena kita semua merupakan Putra Putri Pariwisata. Karena pariwisata merupakan tanggung jawab kita bersama,” tandasnya. (Wilson Loi)
Biodata:
Nama Lengkap: Deslina Dakhi
Tempat dan Tgl. Lahir: Hilisataro, 12 Des 1990
Jumlah Saudara: Anak ke 4 dari 5 bersaudara
Orang tua: (+) Daniel Taerogô Dakhi (ayah), Rami Lature (ibu)
Pendidikan:
– SD = SD Negeri 2 Telukdalam
– SMP = SMP Negeri 1 Telukdalam
– SMU = SMA Negeri 1 Telukdalam
– S1= Pendidikan Bahasa Inggris, STKIP Nias Selatan (tingkat skripsi).
Pekerjaan: Tenaga honorer Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah/DP2KAD Pemkab Nias selatan