Suaranusantara.com – Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio menegaskan polisi harus mengusut tuntas insiden kecelakaan bus Transjakarta Cakung yang terjadi di Koridor 11 rute Pulo Gebang–Kampung Melayu. Bus tersebut menabrak rumah dan ruko warga di kawasan Pulogebang, Cakung, Jakarta Timur, Jumat (19/9/2025) pagi.
“Unsurnya apa dulu, human error atau rem blong, itu yang harus jelas diusut polisi. Pastinya ada sanksi,” kata Agus kepada wartawan, Sabtu (20/9/2025).
Agus juga menegaskan bahwa warga terdampak berhak menuntut pertanggungjawaban penuh kepada pihak Transjakarta.
“Kalau korban luka ada Jasa Raharja, tapi untuk kerusakan bangunan harus Transjakarta yang ganti rugi. Transjakarta wajib selesaikan insiden ini,” ujarnya.
Sejumlah warga menduga kecelakaan disebabkan rem blong. Vonny (38), pemilik mobil yang ikut tertabrak, menuturkan sopir bus sempat mengaku kesulitan mengendalikan setir.
“Jalanannya harusnya belok, tapi susah dibelokin, jadi lurus ke ruko. Mobil saya terseret habis-habisan setelah menurunkan anak di Stasiun Cakung,” jelasnya.
Vonny mengaku mobilnya hancur di bagian depan dan belakang. Bahkan, kakaknya yang berada di rumah toko ikut terluka akibat hantaman bus.
Insiden kecelakaan bus Transjakarta Cakung ini menimbulkan kerusakan pada empat ruko, sejumlah kendaraan, serta korban luka di kalangan warga. Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kecelakaan.
