Suaranusantara.com – Pelayanan publik pada malam hari kembali digelar di Jakarta Barat sebagai upaya menjangkau warga yang kesulitan mengakses layanan pada jam kerja.
Kegiatan Pelayanan Terpadu Malam Hari (PTMH) ini diinisiasi oleh Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Kevin Wu, dan menjadi kali kedua diselenggarakan.
Berlangsung di Kelurahan Tangki, Kecamatan Tamansari, pada Selasa (29/4/2026), kegiatan tersebut menghadirkan berbagai layanan langsung di tengah permukiman warga.
Sebanyak 59 warga tercatat hadir dan memanfaatkan layanan yang tersedia, menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses pelayanan di luar jam kerja.
Program ini muncul sebagai respons atas keterbatasan waktu yang dialami banyak warga, terutama pekerja, pelaku usaha, hingga pelajar, yang tidak sempat mengurus administrasi pada siang hari. Kondisi tersebut kerap membuat kebutuhan layanan publik tertunda.
Kevin Wu menilai, PTMH menjadi solusi konkret untuk menjawab persoalan tersebut.
Menurutnya, pendekatan jemput bola seperti ini dapat memperpendek jarak antara pemerintah dan masyarakat, sekaligus memastikan layanan tetap inklusif bagi seluruh lapisan.
“Ini adalah bentuk pelayanan yang lahir dari aspirasi masyarakat. Banyak warga, baik pekerja, pelaku usaha, mahasiswa hingga pelajar, tidak sempat mengurus kebutuhan administrasi karena terbentur jam operasional. Ketika mereka punya waktu, kantor pelayanan sudah tutup,” ujar Kevin dalam keterangannya.
Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Barat. Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, turut hadir bersama jajaran, termasuk Camat Tamansari Simson Hutagalung dan Lurah Tangki Iqbal Rahmat Thahir. Kehadiran mereka dinilai memperkuat sinergi antara legislatif dan eksekutif dalam pelayanan publik.
Beragam layanan dibuka dalam kegiatan tersebut, mulai dari administrasi kependudukan oleh Dukcapil, layanan sosial, pendidikan, kesehatan, hingga penanganan infrastruktur seperti Bina Marga dan Perumda Air Minum. Warga dapat langsung menyampaikan kebutuhan maupun aduan secara terpadu di satu lokasi.
Dari berbagai layanan yang tersedia, aduan terkait persoalan sosial menjadi yang paling dominan disampaikan warga. Selain itu, keluhan mengenai kondisi jalan dan layanan air minum juga cukup banyak muncul, menandakan masih adanya kebutuhan perbaikan di sektor dasar.


















Discussion about this post