Suaranusantara.com – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan perkembangan terbaru terkait korban dalam peristiwa longsor di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang yang terjadi pada Minggu (8/3/2026).
Pramono menyampaikan, lima korban yang sebelumnya mengalami luka kini telah diperbolehkan pulang setelah sempat mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Jadi korban yang luka lima orang semuanya sudah kembali ke rumah masing-masing. Memang kemarin ada yang dirawat di rumah sakit,” kata Pramono di Balai Kota, Senin (9/3).
Ia menegaskan, seluruh biaya perawatan korban luka ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.
“Semua biaya untuk itu seperti saya sampaikan tadi, ditanggung sepenuhnya oleh pemerintah DKI Jakarta,” ucap dia.
Selain korban luka, pemerintah juga masih menunggu data lebih lanjut terkait kemungkinan korban lainnya, terutama dari kalangan pemulung yang beraktivitas di kawasan tersebut.
Pramono menjelaskan, di area TPST Bantargebang terdapat asosiasi pemulung sehingga pendataan korban masih terus dilakukan.
Ia juga menyinggung adanya sebuah mobil berwarna merah yang ditemukan di lokasi tanpa sopir saat dilakukan pengecekan di lapangan.
“Tadi saya lihat sendiri mobil berwarna merah kemudian di mobil itu tidak ditemukan sopirnya. Ada kemungkinan memang hanya diparkir,” ucap dia.
Meski demikian, ia mengatakan laporan mengenai kemungkinan korban dari kalangan pemulung masih terus didata oleh pihak terkait.
“Tetapi untuk yang pemulung, ada laporan dan jumlahnya berapa, saya akan menunggu lebih lanjut dari itu. Tetapi enggak sampai 10,” pungkasnya.
