Dividen BUMD Lebak Niaga Ditetapkan pada RAPBD 2027

SuaraNusantara.com– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak, Banten, akan memberikan target dividen sebagai bentuk kontribusi untuk pendapatan asli daerah (PAD) PT Lebak Niaga (Perseroda) pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2027.

Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Lebak, Halson Nainggolan, mengatakan, penetapan target dividen Lebak Niaga yang baru memulai operasinya tahun ini akan dibahas di dalam pembahasan RAPBD 2027 oleh Pemkab bersama DPRD.

“Targetnya baru akan muncul di RAPBD tahun 2027 yang pembahasannya akan kita lakukan antara bulan September atau Oktober. Tunggu saja ya,” kata Halson, saat dikonfirmasi, Minggu (24/5/2026).

Belum adanya target dividen dari pemerintah daerah dibenarkan Direktur PT Lebak Niaga, Ilham Akbar. Ilham mengatakan, operasional usaha BUMD yang bergerak di sektor ketahanan pangan dengan fokus utamanya menyerap gabah dari petani lokal baru efektif berjalan pada triwulan kedua.

“Betul, kita memang belum masuk target karena efektif operasional baru dilakukan pada triwulan kedua tahun ini,” ucapnya.

Ilham mengaku, Lebak Niaga belum bisa secara optimal menyerap gabah lokal karena berbagai faktor. Menurutnya, perlu adanya sinergi lintas antar organisasi perangkat daerah (OPD).

“Secara roadmap untuk optimalisasi memang sedang disusun dengan Bapperida, didata mana saja Gapoktan (Gabungan kelompok tani) yang bisa kita serap. Serapan gabah ini tentu akan mempengaruhi pada besaran deviden,” ujarnya.

Apalagi Ilham menambahkan, bahwa Lebak Niaga baru beroperasi saat masa panen raya dilakukan. Maka dari itu, pihaknya tidak bisa mengharapkan serapan gabah pada tahun pertama ini maksimal.

“Kami enggak bicara target pada tahun ini karena panen awal tahun sudah lewat. Tapi kami optimis target dividen bisa dicapai dengan catatan serapan gabah lokal bisa benar-benar optimal, kalau banyak dari luar ya sama saja,” katanya.(Def)

Exit mobile version