Pandeglang – Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Muhadjir Effendy, memastikan proses Belajar mengajar (KBM) Korban Tsunami Selat Sunda pada 22 Desember 2018 lalu sudah berjalan normal.
Namun, pasca bencana yang menewaskan ratusan nyawa tersebut, pihaknya tidak mengetahui bagaimana psikologis anak korban tsunami. Makanya, ia mengajak semua pihak harus terlibat supaya anak bisa puling kembali dan bisa hilang dari trauma.
“Kita memastikan kondisi psikologis anak-anak siap memasuki pelajaran kembali,” ungkap Muhajir di Pandeglang, Minggu (10/2/2019).
Tsunami Selat Sunda yang disebabkan erupsi Anak Gunung Krakatau (GAK) tidak hanya, merusak ratusan rumah warga dan dokumen pribadi warga seperti ijazah. Dengan demikian, Kemendikbud bakal menyiapkan ijazah pengganti.
“Nanti dikeluarkan ijazah pengganti, kalau ijazah kan gak bisa diganti, hanya bisa keterangan pengganti ijazah, dan itu berlaku,”tandasnya. (aep/aul)
