Kabupaten Lebak – Komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dalam kemajuan dunia pondok pesantren (Ponpes) diapresiasi Forum Silaturahmi Pondok Pesantren (FSPP).
Seusai dilantik, Ketua FSPP Lebak Ade Bujhaerimi menilai, di bawah kepemimpinan Iti Octavia Jayabaya dan Ade Sumardi, pemkab elah memberikan bantuan yang cukup besar terhadap kemajuan pesantren.
“Perhatian Pemkab Lebak terhadap dunia pesantren cukup besar. Pengurus FSPP berjanji akan mendukung program percepatan pembangunan, fengan harapan, Lebak menjadi daerah maju dan sejahtera,” kata Ade, Jumat (3/5/2019).
Tiap tahun, Pemkab Lebak mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,5 miliar untuk pembangunan sarana belajar santri di 50 pesantren. Pemkab juga mengalokasikan anggaran kurang lebih Rp1,3 miliar untuk insentif pimpinan ponpess
FSPP berharap, bantuan untuk pesantren bisa terus ditingkatkan, sehingga lebih banyak lagi pesantren yang menerima bantuan untuk menunjang pendidikan keagamaan berkualitas.
“Kami memaklumi kondisi keuangan daerah yang terbatas. Karena itu, kamj ingin ada penambahan bantuan secara bertahap. Tentunya jika APBD mengalami peningkatan yang signifikan,” harapnya.
Terkait program kerja, FSPP akan melakukan pemberdayaan ekonomi pesantren. Kebijakan tersebut untuk meningkatkan kemandirian pesantren dan kesejahteraan para kiai.
“Menggerakan infak di internal pengurus. Harapannya, tiap tiga bulan sekali FSPP dapat membangun 28 pesantren baru dengan dana dari swadaya para kiai,” tuturnya.
Di bawah pimpinan kiiai muda, Iti meyakini FSPP akan mampu mengemban amanah selama lima tahun ke depan. Apalagi, kaum milenial yang ada di kepenguruasan FSPP memiliki semangat dalam berkarya dan berinovasi memajukan pesantren di bumi seribu madrasah.
“Program gerakan infak dan pemberdayaan ekonomi pesantren harus direalisasikan,” pesan Iti.(and)
