
Jakarta-SuaraNusantara
CEO Posco Ohjoon Kwon mengatakan, klaster 10 ton baja dapat memberikan dampak terhadap penyerapan tenaga kerja di Indonesia sebesar 420.000 orang sekaligus mendorong produksi baja senilai USD 6,8 miliar dengan peningkatan PDB sekitar 0,4 persen.
“Posco telah memainkan peran penting dalam periode pertumbuhan ekonomi pesat di Korea dalam pengembangan industri berat dan industri manufaktur seperti otomotif, perkapalan, dan perlengkapan elektronik rumah tangga. Dengan menggabungkan pengetahuan know-how secara maksimal yang menghasilkan sistem produksi 40 juta ton, kami pun siap berkontribusi untuk kemajuan industri di Indonesia,” ujar Ohjoon Kwon di Jakarta, Selasa (23/5/2017).
Selama ini POSCO memasok produk baja berbiaya rendah dan berkualitas tinggi ke Indonesia. Terakhir, POSCO bekerja sama dengan PT Krakatau Steel Tbk. membangun klaster untuk mendukung produksi hingga 10 juta ton baja di Cilegon, Banten.
Direktur Utama PT Krakatau Steel Tbk. (KS), Mas Wigrantoro Roes Setyadi mengatakan, Kawasan industri Krakatau Steel di Cilegon saat ini ditempati oleh industri baja terpadu, yakni PT KS dan PT Krakatau Posco (perusahaan patungan PT KS dan Posco).
Saat ini, kapasitas produksi PTKS digabungkan dengan PT Krakatau Posco telah mencapai 4,5 juta ton, dan segera meningkat kembali dengan beroperasinya pabrik HSM#2 berkapasitas 1,5 juta ton pada akhir tahun 2019, sehingga total akan mencapai 6 juta ton. Artinya, hanya perlu menambah 4 juta ton untuk mencapaiproyek 10 juta ton dari klaster tersebut.
Mas Wig menyampaikan, klaster baja Cilegon ini bakal menghasilkan baja gulungan untuk konstruksi, baja lembaran untuk peralatan rumah tangga, perkapalan, mobil, hingga baja lembaran berkualitas tinggi. “Kami berharap pula akan membawa kemajuan signifikan dalam produksi baja mandiri,” ujarnya.
Konsumsi baja nasional pada tahun 2016 meningkat tajam sebesar 12,67 juta ton setelah mengalami penurunan di tahun 2015 yang hanya mencapai 11,37 juta ton. “Pendirian klaster 10 juta ton baja yang akan selesai di 2025, siap menggantikan 70-80 persen baja impor,” ungkap Mas Wig.
Penulis: Rio