Meningkatnya Tensi Geopolitik di Timur Tengah, IHSG Ambruk di Jumat Sore

IHSG ambruk di Jumat sore 13 Juni 2025 (instagram @kabar_makassar)

IHSG ambruk di Jumat sore 13 Juni 2025 (instagram @kabar_makassar)

Suaranusantara.com- Tensi geopolitik di Timur Tengah saat ini memanas, akibatnya tentu berdampak pada Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang pada Jumat sore 13 Juni 2025 ambruk.

Adapun IHSG Jumat sore ambruk lantaran berada di 38,30 poin atau 0,53 persen ke posisi 7.166,07. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,07 poin atau 0,75 persen ke posisi 801,80.

“IHSG ditutup melemah di tengah sentimen negatif meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta kekhawatiran akan dampaknya terhadap perekonomian domestik, di saat masih ada potensi ancaman dari perang tarif,” ujar analis Phintraco Sekuritas Ratna Lim di Jakarta, Jumat 13 Juni 2025.

Adapun total volume saham yang telah diperdagangkan adalah 26,687 miliar senilai Rp15,209 triliun. Sore ini, tercatat sebanyak 241 saham bergerak menguat.

Sementara itu, sebanyak 364 saham melemah dan 200 saham lainnya stagnan. Sedangkan kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp12,525 triliun dengan frekuensi sebanyak 1.372.329 kali

Lalu mayoritas bursa saham kawasan Asia juga ditutup melemah, setelah terjadinya serangan militer Israel yang menargetkan program nuklir Iran, sementara Iran berjanji akan membalas.

Peristiwa itu mengakibatkan harga minyak mentah menguat tajam lebih dari 6 persen di atas level 72 dolar Amerika Serikat (AS) per barel.

Sebelumnya, pelaku pasar akhir-akhir ini cenderung mengabaikan risiko geopolitik, dengan adanya serangan ini menjadi peringatan bahwa risiko ini lebih nyata dan lebih mendesak daripada yang diperkirakan sebelumnya.

Dari dalam negeri, penjualan ritel bulan April 2025 turun 0,3 persen year on year (yoy) dari sebelumnya naik 5,5 persen (yoy) di Maret 2025, dan merupakan penurunan tahunan pertama sejak April 2024.

Exit mobile version